Tengku Iwan :”Dana 1M Adalah Berupa Pagu Anggaran Bukan Dibagi-bagi”

tengku

fpks.org, Tangerang—Tengku Iwan aleg DPRD Kota Tangerang menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Aula Kel. Pabuaran Kec. Karawaci. Musrenbang yang juga dihadiri oleh camat karawaci Bpk. Kiki Wibawa dan Lurah Pabuaran Bpk. Tejo ini dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan program pembangunan yang ada diwilayah karawaci.

Dalam sambutannya Pak Kiki mengatakan rasa syukur karena musrenbang yang dilaksanakan di aula kel. Pabuaran ini terasa berbeda dari biasanya karena dihadiri langsung oleh anggota Dewan. Dalam kesempatan yang sama dia juga menyampaikan semoga kehadiran anggota dewan ini bisa memberikan dampak positif bagi warga Pabuaran. “semoga dengan adanya anggota dewan bisa membawa dampak positif bagi warga pabuaran “ demikian harapnya. dia juga menambahkan bahwa Insya Allah nanti akan ada dana  1 milyar setiap Kelurahan yang bersumber dari APBD mungkin antara tahun ini atau tahun depan. Akunya

Tengku Iwan Aleg fpks yang sudah 2 periode menjadi dewan ini juga menyampaikan bahwa musrenbang merupakan sarana penting untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan diharapkan agar selalu di informasikan kegiatan musrenbang agar setiap usulan mampu menyerap minimal  80% aspirasi masyarakat, apalagi nanti akan ada dana 1 milyar setiap kelurahan seperti yang disampaikan oleh pak camat. Tengku menambahkan, sehingga usulan warga yang tidak terserap di tingkat Kota dapat disampaikan melalui program tersebut namun perlu adanya kehatihatian dalam prosesnya agar tidak terjadi penyimpangan dan dapat merugikan masyarakat banyak serta harus sepenuhnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat.

Tengku juga menyampaikan dana 1 M tiap kelurahan yang berasal dari APBD. Harus dibedakan dengan dana 1,4 M itu untuk desa dari APBN, Dana 1 M bukan uangnya yang dibagi, tapi sifatnya pagu anggaran. Yang melaksanakan tetap dinas terkait. Karenanya Tengku menyarankan agar setiap RW mengusulkan skala prioritasnya untuk yang 1M. Kalau dulu kan blank, usul sudah ad, tapi belum ada kepastian. Sehingga kadang berkali-kali usul sampai punya anak 3 belum jadi juga tuh barang. Ujarnya disambut tawa hadirin.

Nah skrng dengan dana 1M ini setidaknya bisa terakomodir meskipun tetap tidak mungkin semua bisa diakomodir. Tetapi paling tidak usulan yang lewat 1M di Kelurahan fix. Gak perlu dikawal lagi di musrembang tingkat kecamatan sampai kota. Karena sudah ada pagu nya. Tinggal mengawal yg diluar dana 1M. Ini juga perlu skala prioritas. Apalagi anggarannya besar. Sambung Dewan anggota  komisi I ini.

 

Admin

author
No Response

Leave a Reply