Terkait Pembanguan U-Turn, Tengku :”Perda Harus Ditegakkan Untuk Melindungi Warga”

 

DSC_1300 - Copypks-kotatangerang.org - Anggota DPRD Kota Tangerang mempertanyakan pembangunan U-Turn yang ada di Jl. MH. Thamrin, Cikokol. Kota Tangerang hal ini disebabkan sejak U-Turn dibuat dan belum sampai diresmikan saja sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Hal tersebut disampaikan oleh Tengku Iwan. “pembangunan U-Turn yang ada di Jl. MH. Thamrin Cikokol sangat berbahaya bagi pengguna jalan, bahkan katanya, baru beberapa pekan saja sudah sering terjadi kecelakaan”.ujarnya

Nyawa manusia sangat mahal, harus dilindungi oleh pemerintah Kota jangan sampai karena kelalaian pembangunan harus mengorbankan nyawa manusia. itu (pembangunan U-Turn) jelas sangat berbahaya bagi pengguna jalan, Meskipun jalan tersebut merupakan jalan provinsi akan tetapi pemkot harus berperan aktif melindungi warganya. Apalagi pemkot memiliki perda no. 6 tahun 2011 pasal 3 ayat 1 tentang Ketertiban Umum dimana setiap orang berhak menikmati kenyamanan berlalu lintas dan mendapatkan perlindungan dari pemkot. Dan  pasal 40 ayat 1-2 setiap orang memiliki hak yang sama merasakan ketertiban serta setiap orang punya hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap ancaman bahaya. Serta pasal 46 ayat 1 dimana pengendalian dan pengawasan terhadap penyelenggaraan ketertiban umum di kendalikan oleh Walikota. Dan pada ayat 3 dikatakan pengendalian sebagaimana dimaksud ayat 1 diantaranya melalui penertiban.

Walaupun keberadaan U-Turn ini berada di jalan Provinsi, akan tetapi pemkot harus tetap  melindungi warganya. sebagai contoh dia mengatakan jika ada pedagang kaki lima yang mangkal di jalan Provinsi dan menggangu lalu lintas maka pemkot harus menertibkannya sebagai bentuk pelaksanaan perda. Jangan sampai warga diminta taat terhadap peraturan sementara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi sebagai pelaksana peraturan daerah justru mengabaikan ketertiban itu sendiri.

Bagi para pengusaha yang berinvestasi di Kota Tangerang jangan hanya mencari keuntungan komersil saja tanpa menghiraukan nyawa orang lain. Seperti yang terjadi di depan Mall Tangerang City, seharusnya dibuat JPO di depan Mall jangan di depan lampu lalu lintas sehingga pengunjung memilih menyebrang langsung tanpa melalui JPO hal ini sangat berbahaya ditambah banyaknya angkot yang ngetem sembarangan di depan Mall TangCity. Untuk itu seharusnya pengusaha juga membangun pembatas jalan (pagar) agar pengunjung tidak menyebrang langsung tetapi melalui JPO.

Anggota DPRD Provinsi Banten yang berasal dari dapil Kota Tangerang yang juga sebagai penyambung aspirasi warga dimana mereka dipilih oleh rakyat sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi jangan hanya berdiam diri melihat persoalan ini. kami harap persoalan U-Turn dan JPO ini dapat ditertibkan dalam rangka melindungi warganya (para pengguna jalan) dari hal-hal yang tidak di inginkan. Begitu juga dengan pemerintah Provinsi harus mengambil langkah tegas terkait pelanggaran pembangunan U-Turn ini. Tentu kita tidak ingin menunggu terjadi korban jiwa dulu sehingga Pemkot dan Pemprov baru menertibkan. Ujar Dewan  yang juga aktif berceramah ini.

Admin

author
No Response

Leave a Reply