Ustadz Ahzami : “Kita berada dalam jama’ah ini karena Allah bukan karena orang lain”

 

am

PKS Tangerang Kota - Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan tsaqofah islamiyah para kader, tiga DPC PKS yang tergabung dalam SPU 3 yaitu DPC Neglasari, DPC Batuceper dan DPC Benda, pada hari ahad (08/2) mengadakan tatsqif akbar dengan tema “ Tafsir Surat Al-Ahzab" yang menghadirkan muwajjih Al Ustadz Dr. Ahzami Samiun Jazuli, MA. (Pengasuh Acara Tafsir Kehidupan di TV ONE).  Acara yang bertempat di Ponpes Ummu Habibah yang didirikan oleh Almarhumah Ustzh. Yoyoh Yusroh yang terletak di kecamatan Benda itu, dihadiri oleh kurang lebih 150 kader ikhwan dan akhwat. 

Antusiasme peserta yang hadir sangatlah terasa, terlihat dalam interaksi dan komunikasi ketika mereka saling berjumpa, mushofahah (jabat tangan) bahkan pelukan melengkapi suasana keakraban dan persaudaraan tersebut. Sangat terlihat wajah-wajah penuh semangat dan haus akan ilmu dan meskipun dalam keadaan rintik hujan, tidak mengurangi semangat para kader untuk tetap hadir dalam acara tersebut.

Acara dengan moderator Ustadz Amrozi M. Rais ini di awali dengan tasmi qur'an penampilan para santri Ummu Habibah yang salah satunya adalah Nada yang merupakan anak kader neglasari yang sejak kelas 5 SD di usia yg baru 11 tahun sudah mampu menghafal 30 juz dan telah di wisuda.

Ust. Ahzami dalam paparan dan taujihnya menyebutkan bahwa betapa pentingnya kita
memahami tafsir al-quran melalui orang orang yang memiliki kafa'ah dalam ilmu tafsir dan yang sudah membekali diri dengan dasar-dasar keilmuan lain seperti nahwu atau shorof, beliau juga menjelaskan tafsir terbaik untuk memahami alqur'an adalah tafsirul qur'an bil qur'an, yaitu manafsirkan al-qu'an dengan al-qur'an. Pesan lainnya adalah agar kita tetap berada dalam kemurnian dan kesucian agama yang bersumber dari al-quran dan sunnah.

Dalam pemaparan beliau disebutkan pada awal surat al-ahzab Allah memberikan taujih kepada rasul-Nya, tapi taujih itu dimaksudkan untuk seluruh umat Rasulullah SAW. Sehingga kita harus memiliki sensitifitas keimanan yang mampu menangkap dengan cepat setiap perintah dan larangan yang ditujukan kepada kita sebagai ummat Rasulullah SAW. Tak lupa beliau mengajak kepada para hadirin terutama para kader dakwah agar terus menjaga ketsiqohan kepada qiyadah dan menjaga kesucian jama'ah dari berbagai macam kemaksiatan, dan menghilangkan sifat-sifat jahiliyah yang kerap muncul dari para kader dakwah, "Jangan mudah kecewa dengan qiyadah atau sesama jama'ah karena niat kita berada dalam jama'ah ini karena Allah bukan karena orang lain", dengan sedikit menceritakan pengalaman beliau ketika menghadapi orang-orang yang mudah kecewa dalam jama'ah ini. (Ube/Andy)

 

author
No Response

Leave a Reply