Karang Tengah Kota Tangerang Darurat Banjir

bayu

Oleh : Bayu Triatmaja

PKS Kota Tangerang - Hujan deras selama 3 hari sejak hari Ahad (8/2) hingga Selasa (10/2) pagi membuat air di beberapa titik di Kecamatan Karang Tengah meningkat. Kiriman air dr Bogor dengan pembukaan pintu Katulampa hari Senin (9/2) sore, menyebabkan debit air di beberapa kali semakin deras dan meluap.

Hal tersebut menyebabkan beberapa titik yg terdampak banjir di Kecamatan Karang Tengah. Setiap tahun, wilayah Kecamatan Karang Tengah menjadi lokasi 'langganan' banjir antara lain Perum Ciledug Indah Kel. Pedurenan, Komp. Pondok Bahar Permai Kel. Pondok Bahar, Komp Dept Dalam Negeri Kel. Karang Mulya, Komp. Karang Tengah Permai Kel. Karang Timur.

Beberapa titik tersebut menjadi langganan banjir karena dilintasi Kali Angke dan Kali Cantiga (anak Kali Angke). Ketinggian air di lokasi tersebut bervariasi antara 30-200 cm.Hal ini sudah diantisipasi oleh pemerintah melalui masyarakat maupun aspirasi yang disampaikan melalui Anggota Dewan dengan dibangunnya Turap di sepanjang Kali Angke.

Lalu jika turap sdh dibangun, kenapa masih terjadi banjir ?

Menurut pantauan di lokasi, Korca Kepanduan PKS Karang Tengah, Bayu Triatmaja hari Selasa (10/2) kemarin, Banjir di wilayah Ciledug Indah dan Pondok Bahar terjadi karena :

1. Air dari kali Angke meluap ke Perum Duren Vila. Sehingga air dari Duren Villa mengalir ke arah Selatan (Ciledug Indah 1) melalui Jl        Hasyim Ashari.

2. Terdapat beberapa rembesan air pada turap Kali Angke yg berlokasi di Ciledug Indah 1.

3. Banjir di Pondok Bahar terjadi setelah selama 2 tahun terakhir tidak banjir karena :

    a. Adanya pengerjaan jembatan Pd Bahar-Gondrong Kec Cipondoh yg belum selesai.

    b. Jebolnya tanggul di RW 007 Komp Pondok Bahar Permai, info dari Bapak Supriyadi warga Pondok Bahar.

Bagaimana kondisi di titik lainnya ?

Komplek DDN Karang Mulya berada di sisi Kali Cantiga yang juga melintasi Komp Karang Tengah Permai.Jika air meluap di bagian depan Komp Karang Tengah Permai bisa mengakibatkan terputusnya jalur Karang Tengah/Ciledug - Joglo. Akan tetapi sifatnya hanya sementara, air hanya lewat dan cepat surut.

Sedangkan kondisi Komp Dept Dalam Negeri (DDN) sedikit berbeda. Lokasi Komp.DDN lebih rendah dari dasar Kali yang telah mengalami pendangkalan selama puluhan tahun. Hal ini diperparah dengan berkurangnya wilayah resapan air di sekitar Kali Cantiga karena pembangunan perumahan, wilayah komersial dan apartemen di Kel Karang Mulya sejak +/- 5 tahun belakangan ini.

Sehingga komplek yg saat ini sebagian beaar penghuninya adalah para pensiunan Dept Dalam Negeri ini mjd korban banjir setiap hujan deras. "Apalagi sejak ada perumahan baru P** 3 di sebelah Barat Komp DDN. Setiap hujan lebat +/- 2 jam, air langsung meluap ke DDN", ungkap Tia warga Komplek DDN.

Kelurahan Parung Jaya punya cerita lain. Wilayah yang jarang terdampak banjir ini, kali ini 'kebagian' banjir. RW 001 kini kebanjiran akibat dampak pembagunan Pintu tol baru Green Lake-Metro Permata. Hal ini diungkapkan seorang Delegasi Kel. Parung Jaya saat Musrenbang Kecamatan Karang Tengah hari Selasa (10/2) di Aula Kecamatan Karang Tengah. Selain di RW 001, ada juga 2 titik lain di Parung Jaya yg terdampak.

Solusi mengatasi banjir Karang Tengah

Setiap orang punya pendapat dan pandangan untuk solusi agar Karang Tengah bebas banjir. Penulis berusaha memberikan sebagian usulan yg mungkin pernah ataupun belum diutarakan sebelumnya. Yaitu :

1. Pembangunan turap pada Kali Angke yang melintas dari Depok - Tangerang - DKI Jakarta dengan kualitas baik (tdk mudah bocor/jebol). Pemerintah Kota Tangerang meningkatkan kerja sama dg Pemda terkait.

2. Pembangunan turap/jembatan dilakukan dan diselesaikan saat musim kemarau, hal ini utk menghindari air yg meluap melalui bagian2 turap yg belum selesai.

3. Normalisasi kali-kali kecil seperti Kali Cantiga, Kali Tengah, Kali Jaha, Kali Kecil di wilayah Kecamatan Karang Tengah.

4. Peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah sehingga wilayah ruang terbuka hijau tidak berkurang karena pembangunan perumahan atau komersil yang menyebabkan air tak lagi terserap. Kalau perlu menghentikan sementara perizinan utk menata kembali tata ruang yg lebih seimbang.

5. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air, membersihkan saluran air secara periodik, dsb.

Hal yang paling penting dari itu semua adalah kesadaran dan komitmen dari semua stake holder yaitu Pemerintah, Masyarakat dan Swasta untuk menjaga lingkungan lebih baik. Sehingga visi Tangerang Ber-Akhlaqul Karimah dan LIVE City bisa segera terwujud. (ag)





Bayu Triatmaja | @Bayu_Triatmaja

- Korca Kepanduan DPC PKS Kota Tangerang

- Sekum P2B DPD PKS Kota Tangerang

- Anggota Delegasi Musrenbang Kelurahan Karang Tengah 2015

- Anggota Delegasi Musrenbang Kecamatan Karang Tengah

author
No Response

Leave a Reply