Begal Tangerang Ditangkap di Subang

No comment 1096 views

 

Bukan Komplotan Lampung, Tercatat Sebagai Warga Ciledug

TANGERANG,SNOL—Satu orang anggota komplotan begal Hendriansyah (22) yang dibakar hidup-hidup di wilayah Pondok Aren berhasil diringkus Polsek Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Tersangka berinisial P (17) ditangkap di persembunyiannya di Subang Jawa Barat.Kapolsek Metro Pondok Aren, Komisaris Polisi Bachtiar Alponso mengungkapkan penangkapan terhadap P dilakukan setelah petugas mengorek keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian, keluarga dan teman Hendriansyah. Dari keterangan itu, petugas lalu melakukan penyisiran dan berhasil menangkap anggota komplotan begal yang masih berusia 17 tahun itu. Dia diringkus di Kampung Suka Mulya Desa Dawuan Kali Jati, Subang, Senin (2/3) malam pukul 22.45 wib.

“Hingga saat ini kita masih interogasi P. Hasil pemeriksaan awal, P memang komplotan pelaku yang dibakar massa beberapa waktu lalu,” kata Kompol Bachtiar, kemarin. Dia menambahkan, P bukan merupakan komplotan pembegal dari Lampung melainkan berasal dari Tangerang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Satelit News, P memiliki nama lengkap Puguh Dewanto. Dia adalah warga Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Selain Puguh, masih ada anggota begal komplotan Hendriansyah yang sedang dalam pencarian.

“Kita masih melakukan pengembangan kasus ini, karena masih ada yang belum kita amankan,”katanya.

Selanjutnya, Polsek Pondok Aren masih menunggu arahan dari Polres Tangerang Kota terkait kasus tersebut. Sebab, di saat yang hampir bersamaan, Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan satu anggota komplotan Hendriansyah lainnya.

“Sebenarnya Polda (Metro Jaya) juga diinformasikan sudah menangkap pelaku lain. Hanya saja, kami belum tahu apakah pelaku ini termasuk komplotan HN atau bukan,” imbuh Kapolsek. Komplotan begal yang beraksi di Pondok Aren beberapa waktu lalu, dipastikan berjumlah empat orang. “Jadi, kalau yang di Polda benar, pelaku tinggal satu orang,” tandasnya.

Seperti diberitakan, seorang begal motor tewas dibakar massa saat kepergok beraksi di Pondok Aren, Kota Tangsel, Selasa (24/2) sekitar pukul 00.10 dini hari. Aksi brutal warga ini menyusul maraknya kasus begal motor sadis di kawasan Tangerang.

Berdasarkan informasi, aksi main hakim sendiri ini dipicu pembegalan sepasang pemuda pengendara Honda Beat B 6878 WHO di Jalan Raya Ceger, Kelurahan Pondok Karya. Diketahui, korban atas nama Wahyu Hidayat (21) dan Sri Astriani (19)

Awasi Pembegal, Tangsel Siapkan Puluhan CCTV

Isu pembegalan membuat Pemkot Tangsel tergerak. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan akan segera melakukan antisipasi pengawasan dengan memasang Closed Circuit Television (CCTV) DIruas Jalan Kota Tangsel.

“Ibu Walikota sudah mengarahkan Dishubkominfo untuk merencanakan pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan. Mudah-mudahan di Perubahan APBD dapat dialokasikan,”ungkap Benyamin Davnie. Tujuannya dipasang kamera pengawas itu, kata Bang Ben, untuk memudahkan patroli berkeliling. Menurutnya,puluhan CCTV itu rencananya akan dipasang hampir merata diruas Jalan Tangsel.

Ditanya berapa jumlah CCTV yang akan dipasang ? Bang Ben menjelaskan untuk volume dan anggarannya sedang disusun oleh Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo), dan itu termasuk untuk penempatan pemasangannya dimana saja.

Bang Ben mengatakan, pemasangan CCTV ini sangatlah penting, jika dilihat kejadian kriminalitas belakangan ini. “CCTV itu sangat bermanfaat. CCTV merupakan salah satu alat bukti untuk pengungkapan. Paling tidak polisi mudah untuk mengenali pelaku, gerak-geriknya, pakaiannya, kendaraannya, dan modus operandi yang mereka gunakan. Intinya mengungkap apa yang dilakukan penjahat dalam aksi pencurian dan perampokan di jalan raya,” ujarnya.

Kepala Dishubkominfo Tangsel, Sukanta menjelaskan, pihaknya sedang menyusun perencanan dan anggaran untuk pemasangan CCTV di perubahan mendatang. Untuk jumlah pastinya belum tahu, namun jika dilihat dari target RPJMD Tangsel, pemasangan CCTV akan dilakukan sebanyak puluhan CCTV yang tersebar di Tangsel.

“Anggaran untuk pemasangan CCTV sebanyak 10 mencapai Rp 600 juta, namun saya belum tahu pasti apakah akan dipasang sebanyak sepuluh buah, atau lebih,”katanya. (irm/gatot/bnn)

sumber: Satelit News

 
author
No Response

Leave a Reply