DPR “Saweran”, 600 Juta Dibawa Fahri Hamzah Untuk Sinabung

 

Letusan-Gunung-Sinabung-22__24-9-13-RASYID-PKS Kota Tangerang - Saweran, atau sumbangan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk warga korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terhimpun sebanyak Rp600 juta per Rabu 8 April 2015. Uang itu diserahkan kepada warga pada hari ini, Kamis 9 April 2015.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, bersama sejumlah anggota Dewan dari daerah pemilihan Kabupaten Karo dan sekitar, menyerahkan langsung bantuan itu kepada warga di Kabupaten Karo.

Fahri, melalui pesan yang dimuat pada akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, menyampaikan bahwa saweran itu terus dibuka, atau digalang di kalangan para legislator. Untuk sementara, dana yang terkumpul sampai kemarin, diserahkan kepada warga agar dapat segera dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

Dia berharap bahwa tradisi mengumpulkan sumbangan dari anggota DPR seperti itu sangat baik untuk diteruskan. Jika 560 anggota DPR RI rutin menyumbang, banyak sekali dana taktis yang dapat disumbangkan. Dia mendorong tradisi itu terus dilanjutkan dan dikelola.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera itu mengajak beberapa anggota DPR dan Komisi terkait untuk sekaligus mengevaluasi proses pemulihan, atau pembangunan kembali daerah terdampak bencana. "Karena beberapa waktu yang lalu kami didatangi masyarakat Karo yang melaporkan situasi terkini," katanya.

Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG, sejak Rabu 1 April 2015, tercatat terus terjadi gempa tremor, 146 kali gempa guguran dengan amplitudo maksimum 5-120 milimeter. Awan panas terlihat meluncur sejauh 3,5 kilometer ke selatan dengan tinggi kolom dua kilometer.

"Pada malam hari, teramati guguran lava pijar. Kemarin juga terjadi banjir lahar hujan di beberapa tempat, sehingga merusak jalan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, Jumat 3 April 2015.

Sutopo menuturkan, pada Kamis 2 April 2015, tercatat 118 kali gempa guguran dengan amplitudo maksimum 5-113 mm, tremor menerus, dan terjadi 22 kali awan panas guguran dengan puncak sejauh empat kilometer ke selatan dan satu km ke tenggara, tinggi abu vulkanik dua kilometer. Sedangkan dari pukul 18.06-21.09 WIB terjadi 18 kali awan panas guguran.

Ia melanjutkan, masyarakat di beberapa desa di sekitar Gunung Sinabung, seperti Desa Sigarang-Garang, Kutagunggung, dan Sukanalu yang berjarak sekitar tiga kilometer dari puncak kawah panik dan ketakutan, bahkan sudah bersiap untuk evakuasi. Sebagian warga Dusun Sibintun yang nekat tinggal di rumahnya, terpaksa dikeluarkan oleh aparat menuju ke Kabanjahe ke rumahnya yang telah mereka sewa.

Pada 28 Maret 2015, sebanyak 795 kepala keluarga (2.442 jiwa) warga Desa Sigarang-Garang dan Sukanalu telah dipulangkan. Sesuai rekomendasi PVMBG kedua desa itu aman dari erupsi Gunung Sinabung. Posko pengungsian erupsi G. Sinabung telah ditutup oleh Bupati Karo karena sudah tidak ada pengungsi.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer, dan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer untuk sektor selatan hingga tenggara (cenderung ke arah timur) Gunung Sinabung yang merupakan bukan lembah gunung tempat terjadi aliran lava dan awan panas,” kata Sutopo. (asp)

sumber : vivanews.com

 

author
No Response

Leave a Reply