Dihadiri Ratusan Kader, Halbil PKS Kota Tangerang Teguhkan Komitmen Kader

IMG_0146pks-kotatangerang.org - Penampilan dari anak-anak kader yang tergabung dalam Gema Keadilan telah memeriahkan acara Halal bi halal dan Silaturahim yang dilaksanakan oleh DPD PKS Kota Tangerang pada ahad (16/8) di Hotel Allium Kota Tangerang. Acara yang bertemakan "Kobarkan Semangat, Kokohkan Pembinaan, Jemput Takdir Kemenangan“ dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus PKS se-Kota Tangerang dari tinggkat kelurahan hingga Kota.

Acara yang dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga 13.00 Wib ini juga dihadiri oleh ketua DPD PKS Kota Tangerang Hilmi Fuad, Ketua DPW PKS Provinsi Banten Irfan Maulidi, Ketua Fraksi PKS DPR-RI Jazuli Juwaini dan Dr. Agus Setiawan sebagai utusan dari DPP PKS.

Hilmi Fuad dalam sambutannya tak lupa menyapa para kader dan pengurus PKS dengan ucapan "Taqobbalallahu minna waminkum" dan juga memohon ma'af lahir dan bathin atas nama pribadi dan juga jajaran pengurus DPD PKS kota Tangerang, kemudian memaparkan beberapa agenda kerja partai yang dipimpinnya untuk mencapai target-target yang sudah dicanangkan yang terangkum dalam roadmap DPD PKS Kota Tangerang yang proses penyusunannya masih berjalan.

Menurut Hilmi hal ini dilakukan dalam rangka memberi karpet merah kepada pengurus periode berikutnya, "Saya ingin memberikan karpet merah untuk pengurus periode berikutnya, tinggal kerja saja dan juga agar terjadi kesinambungan agenda kerja partai dari periode yang satu dengan periode berikutnya" terang Hilmi. Sedangkan untuk pencapaian target kursi pemilu tahun 2019 dengan sangat optimis Hilmi mengatakan Insya Allah 7 kursi DPRD Kota Tangerang.

Senada dengan Hilmi ketua DPW PKS Provinsi Banten Irfan Maulidi juga menjelaskan tentang target dan strategi yang akan dilakukan oleh pengurus ditingkat provinsi Banten, selain target kursi DPRD Provinsi Banten dan juga kabupaten kota yang ada di provinsi Banten Irfan juga menjelaskan tentang target kursi Gubernur, Bupati dan juga Walikota, salah satu strateginya adalah dengan menyiapkan sedini mungkin kader- kader terbaik untuk disosialisasikan kepada masyarakan sebagai calon Gubernur, Bupati ataupun Walikota yang akan didukung oleh PKS, paling tidak dua tahun sebelum pelaksanan pilkada.

Sementara itu ketua Fraksi PKS DPR-RI Jazuli Juwaini memaparkan bahwa dalam perjalannya para kader PKS sudah banyak memberikan kontribusi terhadap bangsa ini dalam hal membuat berbagai macam regulasi yang berpihak kepada masyarakat dan juga umat Islam, "PKS ini sangat berbeda dengan partai-partai lain yang ada diparlemen", ujar Jazuli meyakinkan yang hadir sambil menjelaskan beberapa alasannya. Menurut Jazuli berbagai macam regulasi dan perundang-undangan sudah banyak disahkan berkat perjuangan kader-kader PKS di parlemen, contohnya adalah undang-undang perbankkan syar'ah, undang-undang produk halal, undang-undang zakat, undang-undang anti pornografi dan yang lainnya yang sangat berpihak kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.

Dalam kesempatan ini pula para kader PKS Kota Tangerang mendapatkan taujih dari Dr. Agus Setiawan, Lc, MA. Dalam taujihnya Dr. Agus Setiawan mengajak para kader untuk tetap bersemangat dalam menyuarakan kebaikan beliau mengutif ayat Al-Qur'an;
"Dan ingatlah ketika suatu kaum di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasehati kaum yg akan dibinasakan atau di azab Allah dengan azab yg sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan lepas tanggungjawab kepada Tuhanmu dan agar mereka bertaqwa." (QS. 7 : 164)

Untuk memompa kembali semangat para kader Dr. Agus Setiawan menjelaskan tentang 3 unsur militansi yang wajib dimiliki oleh para kader, yaitu: Izzah (keyakinan dan kebanggaan akan fikrah Islamiyah), Hamasah (semangat menggelora utk mengamalkan Islam dan menyerukannya), dan Ghirah (kecemburuan dan semangat pembelaan terhadap Islam) yg di abaikan oleh umatnya sendiri, jika ke-3 unsur ini terkumpul maka akan lahirlah jiddiyah, dan makna jiddiyah menurut para ulama adalah pelaksanaan perintah syari'ah dengan segala kemampuan dan ketekunan untuk hasil maksimal dan mengalahkan tantangan. Agus Setiawan juga menambahkan bahwa pada dasarnya manusia itu ada dua jenis, Ada manusia yg telah "mati" walaupun dirinya masih hidup, dan ada manusia yg kekal "hidup" walaupun dirinya sudah di alam kubur, "Sekarang kita ingin menjadi manusia yang jenis apa?" tambah Agus.

Kemudian cara diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang yang sebelumnya dilaksanakan sholat dzuhur berjama'ah. (Ube/Abu ghozy)

author
No Response

Leave a Reply