Masyarakat Keluhkan Label Halal, Hilmi Fuad : Mana Peran Dinas Perindagkop dan MUI 

  
pks-kotatangerang.org - Indonesia yang berpenghuni mayoritas muslim menjadi pangsa pasar yang menggiurkan bagi produsen, terutama mereka yang bergerak dalam bidang pangan. Tapi patut di catat juga, halal atau tidaknya sebuah jadi hal mutlak yang harus di perhatikan seorang muslim berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Karena bagi seorang muslim, mengkonsumsi makanan halal dan menghindari yang haram adalah bagian perintah agama.

Salah satu panduan bagi seorang muslim dalam menilai halal haram suatu produk makanan secara gampang bisa merujuk pada label halal yang ada pada kemasan. Atau selain di pasang pada kemasan biasanya juga terpampang di papan nama dan sejenisnya. Tapi belakangan, sepertinya label ini banyak dipertanyakan masyarakat. Banyak terindikasi, terutama produsen makanan dalam skala usaha kecil dan menengah yang memajang label halal tapi dicurigai kehalalan produknya.

 Salah satu isu yang belakangan mulai ramai adalah laporan dari warga salah satu komplek perumahan elit di Kota Tangerang. Laporan ini terkait dengan pedagang mie yang terindikasi tidak halal meskipun memajang label halal di tempat penjualan nya.

 Dihubungi melalui telepon hari minggu lalu (21/09) Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Hilmi Fuad menyebut bahwa isu ini patut mendapat tanggapan serius. Hilmi mensinyalir kejadian ini juga banyak terjadi di tempat lain, pedagang berbuat curang untuk meraup untung lebih dengan mengelabui konsumen melalui label halal.

 Terkait hal ini, lebih lanjut Hilmi mempertanyakan peran Dinas Perindagkop sebagai leading sector dalam hal pembinaan UMKM dan melindungi konsumen dari makanan-makanan yang tidak halal sudah sejauh mana?

 “Kita ingin ini jadi perhatian Dinas Perindagkop sebagai pihak terkait, ini isu lama yang harus segera di cari rumusan solusinya. Konsumen perlu jaminan dan perlindungan dari ulah produsen atau pedagang yang nakal yang menjual makanan tidak halal tapi memajang label halal” tambahnya.

 Selain Dinas Perindagkop, Hilmi Fuad juga menyoroti peran dan program pro aktif MUI Kota Tangerang. “MUI seharusnya punya program startegis dan pro aktif dalam melindungi kaum muslimin produk makanan dan minuman yg terindikasi tidak halal. Saya mohon ini jadi perhatian MUI"

Hilmi Fuad juga memberikan catatan tentang pengurusan label halal ini. Salah satu PR terkait label halal adalah rumitnya proses sertifikasi halal bagi UMKM.
“Kami meminta Dinas Perindagkop dan MUI duduk bersama merumuskan kebijakan yang dirasa perlu untuk mempermudah proses sertifikasi halal ini. Harus ada kerjasama kemudahan mengurus, memfasilitasi, bahkan kalau perlu menggratiskannya bagi UMKM” imbuh Hilmi Fuad mengakhiri perbincangan via telepon. (Andy)

author
No Response

Leave a Reply