GK, Penerus Dakwah Menyongsong Kejayaan Islam.

  

  

pks-kotatangerang.org - Garuda Keadilan Kota Tangerang (GKKT) mengadakan agenda dauroh dengan tema "Kuatkan Tarbiyah Menuju Kejayaan Islam". Acara tersebut berlangsung di RM.Pondok Rizki, Tangerang Selatan, dari tanggal 24 Desember hingga 25 Desember 2015. 

Selain menjadi pelaksanaan proker dauroh pertama bagi kepengurusan GKKT yang baru (2015/2016), dauroh ini juga sebagai ajang silaturahim anak kader PKS Kota Tangerang. Setelah dilantik pada bulan Juli, pengurus GKKT mencoba menyajikan dauroh yang menarik sekaligus mampu merangkul semua anggota GKKT, baik panitia maupun peserta untuk dapat saling mengenal satu sama lain.
Dauroh kali ini tergolong berbeda, karena menyajikan acara yg dapat mengoptimalkan potensi para peserta dalam fikriyah, jasadiyyah, dan ruhiyyah. 

Hal ini sejalan dengan arahan ketua DPD PKS Kota Tangerang, Ustadz Tengku Iwan pada saat peresmian acara. Selain itu juga terdapat sesi mentoring dengan maksud menguatkan tarbiyah dan ruhiyah para peserta. Materi yang diberikan kepada peserta pun menghadirkan pembicara - pembicara yang ahli di bidangnya.

Materi pertama dengan tema " Sejarah GK", menghadirkan pembicara langsung dari GK Pusat, yaitu Syafiq sebagai Ketua GK Pusat yang hadir bersama sang istri, juga Urwatul sebagai Wakil GK Pusat dan tak lupa humas GK Pusat, yaitu Yusuf. 

Dengan penuh semangat, Syafiq menceritakan sejarah berdirinya GK juga perjalanan tersebarnya GK di seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Syafiq, GK adalah wadah yang tepat bagi para generasi muda untuk menyalurkan kreatifitas dan hobi yang dimiliki. Sebagai Ketua GK Pusat, Syafiq berharap bahwa GK Kota Tangerang mampu membuat karya yang besar bagi masyarakat sekitar dengan seluruh kreatifitas yang dimiliki oleh para anggota GKKT. 

Lain lagi dengan pembicara untuk materi kedua, yaitu Ustadz Arif Wibowo. Beliau memberikan materi dengan tema "Visi GKKT ke depan". Dengan cerita mengenai beberapa tokoh Islam yang mampu membuat sejarah Kejayan Islam, Ustadz Arif memberi motivasi bagi para peserta untuk terus menjadi pemuda yang mampu bersemangat dalam memperjuangkan kejayaan islam.

Setelah materi pertama dan kedua berlangsung, ba'da maghrib diisi dengan sesi mentoring yang dipandu oleh Nabilah, Khodijah dan Nabilawati (untuk kelompok akhwat), juga Al Fath dan Dhiyaul Haq (untuk kelompok ikhwan). Di sesi ini pula para peserta diwajibkan untuk menulis surat atau puisi yang nantinya akan diberikan kepada umi-nya dalam rangka peringatan hari ibu.

Selesai sesi mentoring, materi ketiga diisi oleh Coach Gunawan. Berbeda dengan yang lain, coach gun, begitu beliau disapa, dengan gaya beliau yang khas, hanya sedikit bercerita sekaligus mengingatkan para peserta dauroh untuk terus menjaga waktu dengan mentadaburi surat Al-'Asr.

Tak cukup sehari, dauroh dilanjutkan pada hari jum'at dengan outbond dan games yang seru. Para peserta dituntut untuk saling mengenal satu dengan yang lain dan berusaha untuk dapat bekerjasama dengan baik. Games pun selesai pada jam 10. Selanjutnya para peserta bergegas untuk bersih - bersih dan bersiap untuk sholat jum'at (bagi ikhwan), dan sholat dzuhur (bagi akhwat).

Setelah rangkaian acara dauroh selesai, dilanjutkan dengan perayaan Hari Ibu yang diadakan oleh ummahat BPKK DPD PKS Kota Tangerang bekerjasama dengan para peserta dauroh GKKT.
Bertempat di DPD PKS Kota Tangerang, perayaan Hari Ibu dibuka dengan sesi pembacaan puisi oleh salah satu peserta dauroh, Hilmi Abdurrahman yang diiringi dengan nyanyian Bunda oleh para peserta dauroh. 

Setelah pembacaan puisi, Hilmi Abdurrahman bergerak maju menghampiri umi yang berada di depannya dengan memberikan sepucuk surat dan setangkai bunga diikuti dengan para peserta dauroh lainnya yang saling menghampiri umi-nya untuk memberikan setangkai bunga dan sepucuk surat pula. 

Akhir acara pun ditutup dengan harapan dari ketua BPKK DPD PKS Kota Tangerang, Umi Lilis Suhara, untuk para peserta dauroh agar terus menjadi pemuda yang aktif, kreatif dan tetap menjaga tarbiyah-nya agar dapat melanjutkan estafe dakwah selanjutnya. (Khadijah/ Syams)

author
No Response

Leave a Reply