Apa Kata Presiden PKS tentang KMGP The Movie? 

kmgppks-kotatangerang.org - Sejak jaman Rasulullah saw, dakwah kultural merupakan bagian integral dari ikhtiar menegakkan Kalimat Allah di muka bumi. 

Qur'an diturunkan dalam bahasa yang indah, yang tidak tertandingi hingga kapanpun. 

Sejarah mencatat peradaban Islam mewariskan syair sarat hikmah, kaligrafi, notasi musik hingga karya-karya arsitektur yang megah melintasi zaman.

Pada era kita, film dan televisi menjadi salah satu medium budaya yang sanggup menjangkau ratusan juta orang sekaligus, bahkan melintasi batas-batas geografis, bahasa bahkan waktu.

Medium film dan televisi ini tidak bebas nilai. Itulah sebabnya kita mesti mengisi dan menguasainya. Tidak cukup kita hanya menggerutu atau mengisolasi diri dari terpaan medium ini.

Film-film dan program-program TV bertema Islam kini sedang naik daun. Tapi  di tangan produser yg tdk memiliki spirit da'wah Islam, ini hanya tren pasar semata, memanfaatkan kelas menengah Muslim yang sedang berkembang. 

Kita punya sumber daya yang cukup untuk memproduksi sendiri konten-konten yang sehat & inspiratif. Kita punya komunitas dan masyarakat yang jumlahnya lebih dari cukup untuk mengambil manfaat dari konten-konten sehat, Islami ini serta sekaligys menghidupi industrinya, termasuk membuka lapangan kerja bagi anak-anak kita kelak.

Ini bisa dimulai dengan langkah sederhana yaitu mengapresiasi karya-karya mereka dg cara membeli tiket dan menontonnya. Salah satu karya yg saat ini akan segera tayang adalah Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP the Movie) mulai Kamis 21 Januari 2016 di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. 

Kehadiran pada hari pertama penting. Saat penonton pada saat tayang perdana mencapai 100 ribu atau lebih, film ini bisa bertahan hingga sebulan sehingga insya Allah bisa tembus sejuta penonton. Nilai-nilainya tersebar lebih luas dan sebagian uang tiket kita, akan disumbangkan bagi dana pendidikan anak-anak di Indonesia Timur dan di Palestina. 

Cerita Ketika Mas Gagah Pergi ini ditulis Helvy Tiana Rosa tahun 1992 dan terbit jadi buku tahun 1997. Hampir semua dari generasi kita pernah membacanya. Banyak pembacanya terdorong untuk berubah menjadi lebih baik.

Buku ini sudah menginspirasi lebih dari tiga juta pembacanya. Ayo kita dukung agar filmnya bisa menginspirasi perubahan lebih banyak lagi terutama di kalangan muda.

Semoga kita menjadi bagian dari gerakan menghadirkan kebudayaan baru yg lebih substantif, edukatif, dan profetik. 

Mari kita bidani bersama karya-karya baru yang lebih bermutu.

 

 

 

Salam hangat, 
Mohamad Sohibul Iman

author
No Response

Leave a Reply