KETAHANAN KELUARGA, BENTENG MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA

konseling3pks-kotatangerang.org - Tidak dapat dipungkiri, Indonesia saat ini memiliki banyak persoalan. Tahun-tahun terakhir ini kekokohan keluarga Indonesia memang terancam. Dirjen Bimas Islam Kementerian  Agama, Nazaruddin Umar pada Agustus 2007 telah menyatakan bahwa gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga akan semakin meningkat (Eramuslim, 2007).   

Pernyataan Nazaruddin ini benar adanya. Saat ini, angka perceraian di Indonesia, walaupun belum setinggi di Amerika Serikat,  merupakan tertinggi di kawasan Asia Pasifik , dari dua juta pasangan menikah , 285.148 pasangan bercerai. (Lintas Berita, 2011). Dan di tahun 2014 angka perceraian telah  mencapai 309.353 keluarga (Merah Putih, 2015).

Kemiskinan juga masih dialami banyak keluarga Indonesia,  Jumlah penduduk miskin ( penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2015 mencapai 28,59 juta orang (11,22 persen), bertambah sebesar 0,86 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2014 yang sebesar 27,73 juta orang atau 10,96 persen. (BPS,2015-09-15).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin melaporkan indeks keparahan kemiskinan September 2015 cenderung mengalami kenaikan dibandingkan September 2014. “Makin besar indeks keparahan kemiskinan, maka beda pengeluaran antar-penduduk miskin makin jauh, tidak terkumpul pada satu angka,” kata Suryamin dalam paparannya, Senin (4/1/2016).
Indeks keparahan kemiskinan pada September 2014 di level 0,44. Sedangkan, indeks keparahan kemiskinan pada September 2015 di level 0,51.

Selain indeks keparahan kemiskinan yang meningkat dari September 2014 ke September 2015, BPS juga memotret kenaikan indeks kedalaman kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan pada September 2014 tercatat di level 1,75. Angka tersebut melebar di September 2015 di level 1,84. Indeks kedalaman kemiskinan ini mengukur jarak pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan. “Makin tinggi indeks kedalaman kemiskinan, makin menjauh jarak antara pengeluaran dari garis kemiskinan,” ucap Suryamin.  (Koran Kompas, 2016-01-04)

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh mengungkapkan bahwa Permasalahan anak semakin hari semakin kompleks sehingga membutuhkan penanganan secara serius melibatkan seluruh pihak. Sampai April 2015 KPAI telah mencatat 6.006 kasus kekerasan terhadap anak. Sementara jumlah kasus pengasuhan mencapai 3.160 kasus, pendidikan mencapai 1.764 kasus, kesehatan dan NAPZA 1.366 kasus serta cybercrime atau pornografi mencapai 1.032 kasus. (sindonews.com, 2015-07-24)

Dalam 5 tahun terakhir ini permasalahan keluarga memunculkan persoalan-persoalan yang perlu segera ditangani. Permasalahan ekonomi yang dirasakan semakin tahun semakin sulit apabila tidak bersandar semata-mata kepada Allah SWT selaku Pemberi Rizki dan menjamin kehidupn hambanya yang bertaqwa. Permasalahan dengan pasangan hidup karena tersumbatnya persoalan komunikasi yang tidak lancar dan monoton saja. Permasalahan seputar anak yang semakin dewasa dibutuhkan penanganan yang serius.

Menyikapi kondisi tersebut.  Bidang Perempuan DPP PKS pada 24 Desember 2011 meluncurkan sebuah program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) sebagai salah satu upaya dalam meminimalisir persoalan-persoalan keluarga Indonesia. Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati mengatakan, berbagai permasalahan yang terjadi dalam masyarakat sebetulnya dapat dicarikan pemecahannya dari keluarga. Karena keluarga adalah pondasi bangsa, pondasi peradaban "Karena ibu dan keluarganya menjadi sekolah awal dari perbaikan. Ini bukti komitmen PKS terhadap pembentukan generasi yang berkualitas.  sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam pembangunan bangsa ini.” (Dakwatuna,com, 2011).  

RKI bisa diakses masyarakat dengan mudah di seluruh Indonesia, di Kota Tangerang RKI sudah terbentuk 1(satu) di Kotamadya dan 13 di Kecamatan. Ruang lingkup kegiatan RKI sangat beragam dari penyuluhan, konseling, pelatihan, membentuk komunitas-komunitas berdasarkan kesamaan minat, kegemaran, keahlian, dll, hingga membentuk sanggar kreatifitas anak dan remaja.

Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Kota Tangerang periode 2010-2015, Rachmi Silviani saat launcing RKI Kota Tangerang mengatakan “pembentukan RKI merupakan program dari DPP, tujuannya untuk meningkatkan keutuhan keluarga, konsultasi juga dibuka untuk sementara ini masih diperuntukan bagi kader PKS, kedepannya layanan konsultasi akan dibuka untuk seluruh masyarakat” Rachmi menambahkan di RKI ini juga disediakan, program kesehatan, pendidikan anak, dan program lain yang berkaitan langsung dengan persoalan perempuan dan keluarga. (Tangerang News. 2011)

Dalam rangka mencetak konselor-konselor baru untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dan konseling RKI dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan para kader memberikan penyuluhan dan  konseling kepada kader internal maupun  masyarakat, Biro Ketahanan Keluarga Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tangerang menyelenggarakan Pelatihan Konseling. Pelatihan ini dilaksanakan 3 kali selama 3 pekan berturut turut. Ketua Biro Ketahanan Keluarga Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tangerang periode 2015-2020, Dra. I Puji Rahayu mengatakan “Pelatihan Konseling ini diselenggarakan dalam rangka menciptakan keluarga muslim yang tangguh yang kokoh dan tahan uji, tidak goyah karena permasalahan-permasalahan beban hidup yang semakin berat terkait dengan rizki, permasalahan-permasalahan adanya pihak ketiga yang dapat mengganggu komunikasi di antara suami dan istri juga permasalahan pembinaan anak yang sudah semakin dewasa yang dibutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Semua permasalahan tersebut akan dijawab dengan tuntas dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan mumpuni, yaitu  Santi Meliyanti, M.Psi seorang konsultan psikologi yang handal yang mampu menjawab persoalan-persoalan tersebut”

Akhir dari acara pelatihan konseling dimaksud diharapkan akan terciptanya ketahanan keluarga sebagai benteng menuju masyarakat sejahtera dan berakhlakul karimah di Kota Tangerang.

 

Penulis : Nana Ayu

author
No Response

Leave a Reply