DPR: Tantangan Biaya Pangan Masih Berat di 2016

pasluddin

pks-kotatangerang.org - Jakarta, (2/2) Anggota Komisi Pangan DPR RI  Akmal Pasluddin mengingatkan pemerintah bahwa beban Biaya Pangan dan Energi masih akan cukup berat untuk ditanggung oleh rakyat di tahun 2016. 

Pasalnya, tata kelola pangan akibat dari tidak sinkronnya antara produksi dan distribusi, masih saja terjadi. Menurut Akmal, ketidak sinkronan tersebut terjadi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menyelesaikan masalah pangan.

“Data Kementan produksi pangan naik. Namun, kebijakan Kemendag menaikkan nilai impor pangan merupakan bukti nyata buruknya koordinasi tingkat lembaga tinggi untuk bisa saling bekerjasama memperbaiki masalah pangan,” kritik Akmal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2).

Selain Biaya Pangan, Akmal juga menyoroti masih akan tingginya Biaya Energi di tahun 2016.  Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) di hari pertama bulan Februari 2016, Senin (1/2) mengumumkan laju inflasi Januari 2016 sebesar 0,51%. Dengan demikian, persoalan pangan hingga tarif listrik menjadi pemicu inflasi Januari.

“Pemerintah harus selalu waspada, bahwa tantangan 2016 ini masih akan diliputi masalah pangan dan energi. Kami berharap, presiden atau wakilnya mampu memimpin menyelesaikan dua persoalan strategis dan vital ini,” tegas Legislator PKS dari dapil Sulawesi Selatan II ini.

author
No Response

Leave a Reply