Hidayat: Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Seperti Pisau

hnw2pks-kotatangerang.org - Jakarta (2/2) Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menjelaskan penegakan korupsi harus setara bagi setiap warga negara, tidak boleh seperti pisau, yang hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke bawah. Demikian ungkap Hidayat saat menjawab pertanyaan "bagaimana jika anggota DPR korupsi?" dari siswa SDIT Qatrunnada Islamic School di Ruang Pleno Fraksi PKS, Kompleks Parlemen pada Selasa (2/2).

"Kalau ada anggota DPR yang korupsi, bagaimana? Secara prinsip, siapapun juga, baik anggota DPR maupun bukan anggota DPR, kalau terbukti secara hukum melakukan korupsi, harus dikenakan sanksi hukum, apa itu dipenjara atau hartanya disita. Hukumannya sesuai bukti-bukti yang dikemukakan," ungkap Hidayat.

Hidayat mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi saat menindak pejabat negara yang korupsi, tetapi Hidayat juga menyampaikan versi ideal dari penegakan korupsi di Indonesia.

"Tetapi, yang harus diingatkan, pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan serius, benar, dan adil. Jangan sampai yang diberantas hanya yang kecil. Ibarat pisau, jangan sampai hanya tajam ke bawah, dan tumpul ke atas. Anak-anak tahu pisau, kan?" tanya legislator yang lahir di Prambanan, Klaten tersebut.

Hidayat berharap penegakan hukum di Indonesia akan dapat membongkar kasus-kasus korupsi bernilai triliunan Rupiah, tidak hanya yang bernilai ratusan juta.

"Bukan berarti yang ratusan juta dibiarkan, tapi jangan sampai yang diberantas yang kecil-kecil. Beraninya memberantas yang kecil saja. Yang besar tidak berani. Itu tidak adil," ungkap Hidayat.
 

author
No Response

Leave a Reply