Warga Tangerang jadi Korban Fortuner, Tengku Iwan Dukung RUU Minol Segera Disahkan

DSC_0533pks-kotatangerang.org - Mobil Fortuner B 201 RFD menyeruduk sepeda motor B 4068 BFI, di KM 15 Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat senin dini hari. Empat orang tewas dan tiga luka-luka akibat kecelakaan itu.

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB dini hari tadi, di Km 15 Jalan Daan Mogot, depan pabrik minyak. "Terjadi kecelakaan antara kendaraan Fortuner B 201 RFD yang dikendarai Riki Agung Prasetio (24) dengan sepeda motor B 4068 BFI," ujar Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Senin (8/2)

Dua orang korban tewas ternyata warga Petir, Cipondoh Kota tangerang. "Dua korban sudah diambil keluarga pukul 12.00 WIB tadi, atas nama Zulkahfi Rahman dan Nur Aini, katanya suami istri," kata petugas administrasi ruang jenazah RSCM saat ditemui di kantornya.

Tengku Iwan yang dihubungi via telepon menyatakan turut berduka dan menyesalkan atas tragedi itu. "turut prihatin atas korban. semoga Allah menerimaNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran." ucapnya.

Lebih panjang aleg PKS yang juga menjabat sebagai ketua DPD PKS Kota Tangerang ini menyesalkan sikap pemerintah yang masih menutup sebelah mata atas penyebab kejadian ini, meski kejadian seperti ini bukan kali pertama.

"Sudah jelas alkohol itu banyak mudharatnya untuk kesehatan, banyak penyakit yang di sebabkan konsumsi miras. Kanker, gagal ginjal, stroke, depresi, saraf rusak dan lain lain. Dampak lain mengkonsumsi minuman beralkohol itu akan membuat koordinasi berkurang, refleks lebih lambat, dan penurunan kesadaran. Lah kalau kondisi seperti itu bawa mobil ya bablas!!!" sebutnya sedikit emosi. 

Tengku juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam hal ini dan menyebut ini masih terkait erat dengan program kesehatan yang termasuk prioritas pembangunan terutama pendidikan. Karena dari minol juga akan muncul kerusakan lain: membunuh, merampas, memperkosa, seks bebas, dan dampak sosial buruk lainnya.

Melihat efek sosial minol yang luar biasa merusak di masyarakat, Tengku menyampaikan pentingnya UU Larangan Minol. Dengan UU ini setidaknya ada 2 hal yang bisa di capai : Pertama, Melindungi masyarakat dari efek sosial negatif yang timbul dari minol. Kedua, Menciptakan ketentraman dan keamanan, karena rasa aman kini terasa jadi barang mahal di negeri ini.

Tengku menambahkan di Kota Tangerang dan beberapa daerah lain sudah ada perda terkait minol ini.

"Sudah ada perda miras tapi hanya terkait pelarangan peredaran dan penjualannya. Dengan perda ini saja sudah memberi manfaat banyak bagi masyarakat kota Tangerang. Dampak positifnya luar biasa, tapi masih ada peredaran secara sembunyi-sembunyi dengan cara beli di kota/kabupaten lain lalu dikonsumsi di sini." jelasnya. 

Aleg yang tinggal di kelurahan Karawaci ini juga menyampaikan pemerintah juga jangan takut soal pajak. Masih bisa dicari pendapatan dari yang lain jika pemerinta kreatif dan tidak mabuk sebutnya diiringi tawa ringan.

"Yang diuntungkan ya industri dan si peminum yang jumlahnya sedikit. Yang dirugikan adalah kita warga Indonesia dan Bangsa ini yang jumlahnya banyak. Artinya yang akan mendukung UU minol akan lebih banyak" ucapnya serius.

Tengku Iwan menutup dengan statemen tegas : "insya Allah FPKS Kota Tangerang bersama warga Kota Tangerang dan pemkot serta seluruh elemen lain MENDUKUNG RUU MINOL untuk segera di sahkan."

author
No Response

Leave a Reply