Korban Banjir : “Biasanya PKS yang masuk sampai sini kasih bantuan…”

banjir petirpks-kotatangerang.org - Hari ini (29/2) hujan tak turun, tapi beberapa titik banjir masih di laporkan tergenang air sehingga beberapa penduduk masih menempati titik-titik pengungsian. Salah satu nya adalah di RT 2 RW 6 kelurahan Candulan Petir.

Di ujung gang jagalan, tampak 1 mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran membawa 2 perahu. 1 perahu masih berada di dalam mobil sedang perahu lainnya tampak sudah di turunkan untuk di gunakan warga yang rumahnya tergenang. Tampak pula mobil operasional Polsek setempat dan beberapa personilnya bersiaga menjaga situasi pemukiman yang terkena banjir agar tetap aman dan kondusif.

Setelah sebelumnya mengantar bantuan berupa 1 karung beras dan beberapa bahan makanan di posko di salah satu rumah simpatisan, 7 orang kader PKS DPC Cipondoh Wahyu, Imam, Abun, Dede, Andy dan Syaifuddin bergegas menuju titik banjir. Sebelum masuk gang sambil menunggu mobil parkir tampak salah satu pemuda yang merupakan warga setempat pun membuka percakapan.

"Pake perahu aja mas kalau mau masuk ke dalam, lumayan air nya masih dalam" katanya ramah.

Setelah di jawab bahwa kami ingin jalan kaki saja, pemuda yang berusia sekitar 30an tahun ini pun menyampaikan

"Biasanya sih yang kasih bantuan rutin setiap banjir sampai ke dalam cuma PKS mas, semalam juga ada yang kesini" ucapnya polos.

Kami yang sedari datang belum memperkenalkan diri pun hanya tersenyum,

"Alhamdulillah kalau begitu mas."

Setelah mobil terpakir, kami pun berjalan memasuki gang dengan di dampingi pemuda tadi. Saya yang berkesempatan berbincang dengan pemuda ini bertanya banyak hal tentang kondisi warga dan kebutuhan mereka.

"Oooh, ini rombongan dari PKS mas?" saya jawab hanya dengan senyuman, rupanya dia melihat topi dan kaos yang di pake 2 orang dari rombongan kami.

Sesampai di samping sebuah mushola, pemuda tadi mengantar kami ke rumah RT Niko, begitu dia sebut Ketua RT 2 RW 6 ini. Setelah berkenalan dengan kami Pak RT menyampaikan kondisi warga dan menyatakan siap membantu.

"Kalau untuk PKS saya siap bantu alat masak untuk dapur umum, kebetulan saya ada usaha tenda jadi punya perlengkapan untuk memasak." ucapnya menawarkan diri.

Melanjutkan perjalanan, akhirnya sampai di jagalan. Tempat yang juga berfungsi sebagai rumah pemotongan hewan ini tampak sudah di diami beberapa pengungsi. Dengan alas seadanya, tampak beberapa ibu sedang beristirahat dengan anak balita nya.

wati (43 th) , salah satu pengungsi ketika di tanya berapa jumlah KK yang ada di jagalan ini menyebut ada sekitar 13 KK.

"Sekarang ada 13 mas, tapi biasanya kalau pas puncak banjir bisa sampai 50 KK lebih" sambungnya. Dengan ukuran ruang tak lebih dari 15 x 15 meter, bisa di bayangkan betapa sesaknya tempat ini jika 1 KK mempunyai 4 anggota keluarga.

Saya coba menanyakan tentang sekolah anak, wati menjawab bahwa sebenarnya ia menyarankan anak nya yang sudah kelas 6 SD tidak berangkat sekolah.

"Tapi anak saya keukeuh berangkat sekolah karena selasa dah mulai ujian, akhirnya di gendong sama bapaknya ke depan gang deh"

Wati juga menyesalkan perahu yang hanya di sediakan di ujung gang depan, kenapa perahu yang satunya tidak di turunkan di belakang untuk keperluan warga terutama anak-anak yang berangkat sekolah.

"Mas nya dari PKS? Biasanya PKS yang masuk-masuk sampai ke sini kasih bantuan" tanya nya sambil tersenyum.

"iya bu, alhamdulillah" jawab saya singkat.

Wati menyebut bahwa banjir pertama hari jumat lalu kondisi air sempat surut, sehingga beberapa warga yang mengungsi di jagalan ini pulang ke rumah masing-masing. Tapi hujan deras Sabtu (27/2) lalu membuat air kembali naik dan memaksa mereka kembali mengungsi.

Bagi kader dan masyarakat Kota Tangerang yang ingin membantu korban banjir di kelurahan Petir bisa menyalurkan bantuan melalui rekening Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Cipondoh Bank BJB Cabang Tangerang No Rekening 0017943502100 atas nama Priyatmo Dwi Nugroho. (abu ghozy)

 

author
No Response

Leave a Reply