Sosok Anton Apriyantono, Pernah Kecewa Sebagai Peneliti

pks-kotatangerang.org - Jiwa tantangan memang telah mengalir dalam darah Anton. Sedari muda, ia mengaku memang sudah mencari tantangan tersendiri dalam berbagai kegiatan. “Saya dulu sering mendaki gunung,” kenang Anton. Karena dengan mendaki gunung, Anton mendapatkan tantangan dalam menaklukan rute pendakian yang sangat sulitsekalipun. Tantangan pulalah yang dicari ayah satu anak ini dalam hidupnya. Termasuk salah satunya adalah di bidang pekerjaan yang tengah digeluti Anton. Jabatan Menteri Pertanian selain dianggap sebagai amanah yang diemban, ia juga menganggap sebagai sebuah tantangan yang juga harus ditaklukkannya.

“Saya senang berpetualang,” ungkap Anton singkat. Menurutnya, dengan berpetualang, ia mampu belajar banyak hal. “Saya juga bisa belajar secara otodidak dalam hidup ini,” lanjutnya. Sebagai salah satu contoh adalah ketika ia menjadi seorang dosen dan peneliti yang memiliki tantangan dalam menemukan berbagai macam hasil penelitian baru yang belum ditemukan sebelumnya. Profesi sebagai peneliti di kampusnya pun tak luput dari cobaan yang mendera. Termasuk ketika hasil penelitiannya dianggap kurang baik oleh pihak lain. Sehingga dana yang sebelumnya dikucurkan oleh pihak tersebut untuk kegiatan penelitian dihentikan begitu saja. Tak pelak, hal tersebut tentunya membuat Anton merasa tak kuat menerima keputusan itu. “Bagi saya itu, saya sebagai peneliti sangat menyakitkan,” ujar Anton. Padahal, keputusan pemberhentian pemberian dana itu terjadi di akhir-akhir penelitian.

Kendati demikian, Anton menganggap kejadian itu sebagai kerikil-kerikil yang harus dilalui dalam hidupnya. Tak hanya itu saja, ia juga mampu mendapatkan motivasi besar dari kejadian tersebut untuk berbuat lebih baik lagi. Bahkan ia berusaha sekuat mungkin untuk menjalani kegiatan penelitian agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik bagi dunia pertanian dalam negeri. “Saya dididik tak pernah takut menghadapi tantangan,” ujar Anton. “Saya berani menghadapi tantangan karena bantuan dari semua orang,” tandasnya.Fajar

Selanjutnya...

Berkeliling Masjid dengan Sepeda Butut

 

 

 

 

author
One Response
  1. Sosok Menteri Sederhana yang Jalani Dua Peran | PKS Kota Tangerang4 years ago

    […] Sempat Sakit Hati sebagai Seorang Peneliti […]

    Reply

Leave a Reply