Sosok Keluarga Sederhana Anton Apriyantono

pks-kotatangerang.org - Keluarga Sederhana. Anton terlahir dari pasangan (Alm) Sumardi dan (Almh) Rum Syarah. Ia berasal dari keluarga besar. Anton adalah anak keempat dari delapan bersaudara yang lahir di Serang pada 5 Oktober 1959. Memiliki keluarga yang cukup besar, memang memberikan suatu kesulitan tersendiri bagi Anton dan saudara kandungnya yang lain. Terutama soal biaya pendidikan yang belum tentu mampu ditanggung oleh kedua orang tuanya. Namun, beruntung bagi Anton yang memiliki kedua orang tua yang sangat gigih dalam memperjuangkan kepentingan kedelapan anaknya. Tak heran, Anton mampu mengenyam pendidikan hingga jenjang yang tinggi.

Anton kecil dibesarkan di kota Serang, Banten. Setelah mengenyam pendidikan di SD Negeri 3 Serang, ia lantas melanjutkan pendidikannya ke SMPN 2 Serang dan SMAN 1 Serang. Kecintaannya di dunia penelitian khususnya di bidang pertanian membawa Anton untuk melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pun menguji kemandiriannya dengan tinggal di Bogor seorang diri sejak tahun 1978. “Saya kost di Bogor,” kenang Anton sembari tersenyum mengenang masa-masa kuliahnya. Saat menjalani perkuliahannya di Bogor, cobaan memang sempat mendera Anton. Lagi-lagi soal biaya yang terbilang cukup terbatas dari kedua orang tua. Pasalnya, sang ayah sudah tak lagi bekerja karena usianya yang memang telah memasuki masa pensiun dari TNI Angkatan Udara.

Diakui Anton, kedua orang tuanya lebih banyak mendidik dengan memberikan contoh. Dari sang ayah, Anton belajar berbagai macam hal. “Ayah saya seorang pekerja keras dan pantang menyerah,” kenang Anton. Ia juga mengaku bahwa keluarganya bukanlah keluarga yang berada. “Keluarga saya adalah keluarga yang sederhana dan cukup prihatin,” ujar Anton. “Bahkan untuk sekolah saja masih bingung, bisa lanjut atau nggak nantinya,” lanjut pria penyuka olahraga ini. Tak heran memang, mengingat pekerjaan sang ayah yang merupakan seorang prajurit TNI berpangkat rendah. “Ayah saya cuma peltu, pembantu letnan satu,” canda Anton.

Beruntung kala itu, ibunda tercintanya terpilih sebagai salah satu anggota DPRD Serang periode tahun 1977-1982. Tak pelak, biaya kuliahnya di Institut Pertanian Bogor mampu ditanggung berkat pendapatan sang ibu sebagai wakil rakyat di Serang. “Saya bersyukur karena saya masih bisa melanjutkan kuliah,” ungkap Anton. Ia juga merasakan adanya pertolongan dari Allah, tatkala menghadapi kesulitan dalam mencari dana untuk membiayai perkuliahannya. Keadaan keluarga yang sangat sederhana memang merupakan cobaan tersendiri bagi Anton agar mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Berkat kecerdasannya di bangku sekolah, akhirnya Anton berhasil diterima melalui jalur Perintis 2 (PMDK, Penelusuran Minat dan Kemampuan, red). Berkat kecerdasannya pula, Anton mampu menjadi asisten dosen mata kuliah Kimia Dasar dan memperoleh beasiswa dari beberapa institusi. “Ya lumayanlah dapat upah juga dengan menjadi asisten dosen,” ungkap Anton.

Selanjutnya...

Dosen dan Peneliti

 

 

author