Begini “Curhat” Komunitas Gojek Pada Aleg PKS Kota Tangerang

pks-kotatangerang.org - Anggota legislatif Fraksi PKS Kota Tangerang Hilmi Fuad temui perwakilan wilayah Gojek kota Tangerang kamis (9/3) malam lalu. Pertemuan yang dihadiri sekitar 200 orang pengendara Gojek ini mengadu berbagai hal terkait keberadaan Gojek di kota Tangerang.

Suasana akrab dan hangat terlihat dalam pertemuan yang di adakan di pinggir rawa cipondoh. Acara serap aspirasi dari warga lingkungan dalam agenda reses memang diadakan rutin satu kali dalam sebulan oleh anggota DPRD asal dapil IV ini. Dan dalam kesempatan reses kali ini Hilmi Fuad yang juga anggota komisi III fraksi PKS DPRD Kota Tangerang menerima beberapa aspirasi dari komunitas gojek, salah satu komunitas startup terbesar di Indonesia. Keberadaannya di masyarakat hari ini sangat dibutuhkan dan membantu warga dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari.

Beberapa keluhan yang disampaikan komunitas ini adalah kondisi infrastruktur yang menunjang kelancaran tugas mereka, diantaranya adalah keluhan terkait kondisi jalan raya di kota Tangerang pasca hujan. Banyak ruas jalan yang rusak tidak segera dilakukan proses perbaikan, mereka menyebut sebagai contoh adalah ruas jalan KH. Hasyim Ashari, Jalan Sudirman dan beberapa ruas jalan lainnya. Kondisi jalan ini bukan hanya membahayakan bagi pengendara kendaraan bermotor khususnya pengendara Gojek, tapi juga berimbas pada keselamatan masyarakat umum pengguna jasa mereka.

Selain kondisi jalan yang membahayakan, lampu penerangan jalan yang rusak juga jadi keluhan komunitas Gojek, sebagai contoh adalah kondisi penerangan jalan Benteng Betawi. Kondisi penerangan yang minim ini sangat beresiko terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas, apalagi ditambah kondisi jalan yang rusak.

Keluhan lainnya adalah tentang keamanan pengendara dimalam hari, terutama di wilayah yang rawan tindak kriminal terutama begal. Mereka berharap aparat keamanan bisa bekerja 24 jam terutama di wilayah dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Dalam agenda serap aspirasi ini Hilmi meminta kepada pemerintah kota Tangerang tidak memandang sebelah mata keberadaan Gojek. Mereka adalah warga masyarakat kota Tangerang yang juga butuh perhatian terkait kelancaran dalam menjalankan profesinya. Pemerintah disarankan menyiapkan sarana prasarana untuk mendukung moda transportasi yg satu ini, diatur dan ditata dengan baik dengan menyiapkan shelter yang bisa digunakan sebagai pangkalan Gojek.

Selama ini Pemkot melalui Dishub bukannya memberi fasilitas malah terkadang mengusir pengendara Gojek yang dianggap sebagai penyebab kemacetan.

"Seharusnya keberadaan mereka bisa ditata dan diatur sedemikian rupa. Jika pihak Pemkot sudah menyediakan titik-titik shelter, maka penertiban juga bisa di rasakan sebagai bagian dari penegakan aturan karena mereka tidak mangkal pada tempat yang sudah di sediakan." Hilmi menambahkan. 

Di akui atau tidak, kebutuhan warga terhadap moda transportasi seperti Gojek ini memang tinggi. Keberadaan mereka harus di akui dan di terima kemudian di tata, selain karena kebutuhan juga karena mereka adalah warga Tangerang juga. 

author
No Response

Leave a Reply