Doktor Anton : Ironis, Lahan Pertanian Luas Tapi Ketahanan Pangan Bermasalah

anton long

pks-kotatangerang.org - Mantan menteri Pertanian RI Doktor Anton Apriyantono  dalam sebuah seminar mengupas tentang problematika yang terjadi dalam sektor pertanian. Salah satu contoh Ironis dapat kita rasakan adalah kita sebagai negara yang memiliki lahan pertanian yang luas masih memiliki masalah dengan ketahanan pangan sedangkan banyak negara lain yang tidak memiliki lahan pertanian yang luas tidak mengalami masalah mengenai ketahanan pangan.

Selain membahas mengenai lemahnya ketahanan pangan negri kita, beliau juga membahas mengenai banyaknya jumlah produk impor yang beredar di pasaran. “ Banyak masyarkat yang mengeluh dengan banyaknya produk impor yang berada di pasaran. Sedangkan banyak pula masyarakat yang lebih memilih menggunakan produk impor dari pada produk hasil negri sendiri” terang beliau beberapa waktu yang lalu.

Jika kita dapat meratakan pendistribusian bahan pangan hingga ke pelosok daerah, maka tidak akan terjadi masalah dalam hal ketahanan pangan dan akan mengurangi jumlah pengimporan produk dari luar negri. Selain itu, banyak dari kalangan petani yang taraf hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini sangat tidak cocok dengan luasnya lahan pertanian yang dimiliki nagara ini. Dari pembahasan ini dapat kita simpulkan bahwa kita harus terus mendorong sektor pertanian negeri ini sehingga bisa menguatkan ketahanan pangan, mengurangi jumlah pengimporan bahan pangan dan juga meningkatkan taraf hidup masyarakat negri ini.

Acara berlanjut ke sesi kedua yang diisi oleh Bapak Ir. Muhaimin Iqbal. Beliau adalah Author Sharia Economics. Beliau membahas mengenai cara untuk memberikan kemakmuran kepada suatu wilayah. Cara yang paling tepat yaitu dengan mengaplikasikan segala sesuatu yang telah Allah jelaskan dalam kitab-Nya. Jika kita belum menerapkan hal-hal yang disebutkan dalam kitab-Nya, maka akan sulit bagi kita untuk merubah kondisi kita.

“Allah lebih mencintai orang-orang yang makan dari hasil tangannya sendiri”. Dari hadist ini dapat kita ketahui bahwasannya petani termasuk amalan yang dicintai oleh Allah. Karena hasil pertanian dapat dinikmati oleh diri sendiri dan orang lain. Selain itu, ada satu pekerjaan lagi yang juga termasuk pekerjaan mlia yaitu pengembala. Seperti yang kita ketahui dari kisah Nabi, banyak dari para Nabi yang menjadi pengembala binatang ternak. Karena dengan mengebala dapat membantu dalam proses memakmurkan bumi.

Pada sesi ini di buka waktu untuk memberikan pertanyaan kepada pemateri. Banyak peserta yang antusias ingin mengutarakan segala hal kurang dipahami. Mulai dari hal standar dalam penerapan ekonomi Islam dalam sektor pertanian hingga hal-hal yang perlu dilakukan. Pada sesi ini sempat terhenti karena datang waktu untuk Sholat Dhuhur

 

sumber : sahabatanton.id

author
No Response

Leave a Reply