Hari Aspirasi FPKS, Aleg PKS dan Doa Mereka Yang Terbantu

sunmandis2

pks-kotatangerang.org -  Hari Aspirasi semakin mendapat apresiasi dari masyarakat. Bukan hanya kader, bahkan banyak masyarakat umum yang terbantu dan mengucapkan terima kasih atas advokasi GRATIS yang di berikan aleg-aleg DPR RI dari PKS. Salah satunya seperti yang diceritakan sendiri oleh Sunamndis anggota legislatif komisi III asal PKS.

Berikut ceritanya : "Berawal dari WA yang tidak saya kenal nama pemiliknya itu, mengeluhkan permasalahan invoice. Saya balas whatsapp nya itu seraya mengundangnya untuk datang pada hari Selasa. Tiba hari Selasa yang disepakati, ternyata ada Rapat Paripurna DPR. Berbahagia saya, berjumpa Pak Adang Daradjatun, Anggota Komisi VI.

Saya ceriterakan kepada Pak Adang Daradjatun akan pengaduan tersebut, karena ketepatan invoice tersebut berkenaan dengan suatu BUMN. Berdua kami meninggalkan ruang Rapat Paripurna DPR dengan meminta izin kepada Anggota FPKS yang ada di situ. Kami menuju ruang Aspirasi FPKS di Gedung Nusantara I ternyata penuh sesak dengan tamu.

fb1

Rupanya staff Tenaga Ahli saya yang saya tugaskan menjemput tamu tersebut, berinisiatif membawa tamu itu ke ruang kerja saya, ruang 336. Ada sepasang suami-istri, sang suami itu rupanya menderita stroke, tampak dari tangan, wajah, dan cara bicara.

Dengan terbata, terputus, dan agak sedikit jelas anak muda yang sakit itu menerangkan maksud dan tujuan kedatangannya. Kemudian dengan dibantu istrinya, berjilbab rapi dan sangat lancar berbicara serta menguasai permasalahan. Mereka menunjukkan bukti-bukti resmi. Setelah diketahui nama BUMN termaksud Pak Adang langsung menelpon seseorang seraya sedikit menerangkan tentang adanya hari aspirasi di FPKS DPR, bertepatan juga datang pihak yang menyampaikan aspirasinya.

Rupanya yang dikontak Pak Adang Daradjatun itu direktur utama dari BUMN tersebut, sang direktur utama mempersilakan tamu pengadu itu untuk "datang langsung ke kantornya saat itu juga".

Kami sediakan nasi box dan mempersilakan tamu itu untuk makan. Tapi tamu pengadu itu cenderung menemui sang Dirut. Sayangnya, Pak Adang Daradjatun tidak bisa menyertai. Saya minta Pak Adang Daradjatun menghubungi kembali sang Dirut untuk mengabari bahwa tamu itu akan ditemani oleh Pak Soenmandjaja.

Singkat cerita, kami diterima oleh dirut tersebut di ruang kerjanya. Tidak lebih dari sepuluh menit, setelah mempelajari otentitas bukti-bukti dan mendapat keterangan dari direktur keuangannya, tagihan sebesar hampir Rp 700.000.000 yang sudah 4 (empat) bulan macet dan diping-pong, seketika disanggupi "cair tunai" paling lambat hari Jumat, dengan meminta waktu 3 (tiga) hari.

fb2

Pasangan suami-istri itu sangat terharu dan bahagia. Kami berpisah, sembari menyeret-nyeret kakinya (karena stroke) dan berjalan sangat timpang/pincang menyalami dan memeluk saya. Setelah diantarkan hingga ke mobil langsung pulang, sedang saya dan staff TA kembali ke DPR.

Pekan berikutnya pasangan suami-istri tadi mengabarkan bahwa tagihan sudah dibayar lunas sehingga bisa memulai usaha lagi.

Ketika menanyakan fee, saya jawab tidak ada dan memang tidak boleh. Suatu kali mereka bertanya alamat rumah saya untuk mereka datang dan bersilaturrahim, saya jawab agar bila hendak silaturrahim sila datang di DPR saja.

Mereka sangat berterimakasih kepada teman-teman Fraksi PKS seraya mendoakan..."

author
No Response

Leave a Reply