Air mata saya menetes di rumah DR Hidayat Nurwahid

tujuh

 

AIR MATA SAYA MENETES DI RUMAH DR HIDAYAT NURWAHID

Penulis: Ust Nabil Almusawa

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya, kompleks Widya Chandra dengan beberapa ikhwah. Ketika saya masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati saya bergumam sendiri: Alangkah sederhananya isi rumah ini.

Saya melihat lagi dengan teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun. Ketika saya masuk ke rumah tsb saya memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan & Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat-pejabat lainnya. Lagi-lagi saya bergumam: Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yang dipakai teman-teman pejabat yangg lain disana).

Ternyata beliau masih ustadz Hidayat yg saya kenal dulu, yang membimbing tesis S2 saya dengan judul: Islam & Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut). Terkenang kembali saat-saat masa bimbingan penulisan tesis tersebut, dimana saya pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan saya 10 orang tamu yang menunggu ingin bertemu.

Saya kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa saya dengan senyum : MAA MAADZA MASAA’ILU YA NABIIL? Lalu saya pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yang makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma dan air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba’da isya & tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam & luar negeri yang ingin wawancara.

Tidak terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dengan beliau, saya masih punya kesempatan bercanda dengan keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar-benar sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dalam kebenaran dan membela rakyat. Tidaklah yang disebut istiqamah itu orang yang bisa istiqamah dalam keadaan di tengah-tengah berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yang lemah ini. Adapun yang disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten di tengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yang amat jahat dan menipu.

Ketika keluar dari rumah beliau saya melihat beberapa rumah diseberang yang mewah bagaikan hotel dengan asesori lampu-lampu jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pada supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar. Dalam hati saya berkata: AlhamduliLLAH bukan menteri PKS.

Saat pulang saya menyempatkan bertanya pada ustadz Hidayat: Ustadz, apakah nomor HP antum masih yang dulu? Jawab beliau: Benar ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yang masuk tiap hari ratusan ke saya. Kembali airmata saya menetes. alangkah beratnya cobaan beliau & khidmah beliau untuk ummat ini,

benarlah nabi SAW yang bersabda bahwa orang pertama yang dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yang Adil. Sambil berjalan pulang saya berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yang adil dan dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dalam memimpin negara ini. Aaamiin ya RABB.

Sumber :
Intan's Journey

9 Responses
  1. author

    kamaludin2 years ago

    Masyaalloh…benar akhi,sekitar tahun 2004an…sy pernah mengantar bingkisan oleh2 makanan dari makasar yg ditujukan buat beliau.disepanjang jalan sy berfikir,klo alamat yg dituju rumah pejabat pastilah mewah ternyata sangat sederhana sekali

    Reply
  2. author

    Eva nurmala2 years ago

    Sifat beliau tak jauh beda dengan anakx Inayah Dzil Izzah yg sekarang s2 di Turky, satu kamar denagnx dia di pondok…semua baju dan barang2 nya sederhana sekali، bahkan tidak memperlihatkan bahwa anak pejabat sama sekali..

    Reply
  3. author

    Mardiyah2 years ago

    Tapi sayang banyak tokoh PKS yang jauh dari itu tidak bisa mewarnai tapi terwarnai lingkungannya…..

    Reply
  4. author

    Sudirman2 years ago

    Harusnya semua pemimpin seperti ini takut akan pertanggungjawaban nanti setelah mati bukan pada saat hidup. .

    Reply
  5. author

    AZMI2 years ago

    Figur kesederhanaan yang luar biasa mumtaz.

    Reply
  6. author

    Wiwik wulmi2 years ago

    Masya Allah….tak terasa air mata ana menetes, saat membaca postingan ini…..ya Allah berilah kekuatan kepada keluarga pak Hidayat Nurwahid

    Reply
  7. author

    abd ayahid2 years ago

    kesederhanaan yg memudahkan dan luar biasa… tp jgn cela orang yg menikmati karunia Allah dg cara yg berbeda…selama tdk jatuh pd yang haram…
    umar r.a. makan gandum yg kasar..
    utsman r.a. makan gandum yg halus…
    keduanya baik… tinggal sikap kita kepada Dzat yg memberi gandum yg terpenting…

    Reply
  8. author

    Ima2 years ago

    Subhanallah… Smga bpk slalu diberikan kshtan dan kekuatan dlm menghimpun ummat islam wlo pun saat ini bpk tdk dlm menjabat eksekutif lg tp semangat bpk slalu ada untuk ummat islam saat ini dan nnti….

    Reply

Leave a Reply