Ketika Kita di Benci Tanpa Sebab

solo1

 

Ketika Kita Dibenci Tanpa Sebab (Pesan Untuk Kader Dakwah)

Arena perpolitikan Indonesia menjelang 2019 semakin panas. Partai politik semakin menghalalkan segala cara untuk menarik simpati masyarakat. Cara-cara ini bisa yang halal menjadi haram dan begitupula sebaliknya yang haram menjadi halal. Menurut survey-survey yang beredar bahwa partai-partai islam tak lagi diminati oleh masyarakat. Apakah survey itu benar atau tidak, tak salah jika kemudian ini bahan awal untuk dijadikan bahan instropeksi bagi partai-partai islam dilapangan. Melihat fakta dilapangan, perang politik hari ini tidak hanya bermain pada antar partai saja, tapi telah masuk pada arena ideologi yang dibawa oleh masing-masing partai.

Tak salah jika kemudian dalam survey-survey yang ditekankan justru merosotnya pilihan masyarakat pada partai-partai islam. Harus diakui bahwa pelemahan partai-partai yang berbasis islam hari ini adalah karena tak memiliki corong media dalam mempublikasikannya ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga kegiatan apapun yang dilakukan tak pernah terdengar bahkan akan terdengar asing ketika sesekali hanya muncul di media. Kondisi ini dimanfaatkan oleh berbagai partai politik yang anggotanya merupakan pemilik media-media besar di Indonesia untuk melemahkan, tidak hanya partai islam tapi juga masyarakat islam sendiri.

Di media-media hari ini kita hanya meliha sikap bengis dan sporadis dari berbagai elemen islam yang justru membuat umat islam menjadi antipati, tidak hanya pada partai-partai islam tapi juga ormas-ormas islam. Bekerja dalam kondisi yang seperti ini sangatlah sulit. Pemutarbalikan fakta terjadi untuk memberanguskan partai-partai dan ormas-ormas islam. Mulai dari kasus LHI dimana siaran lansung dilakukan pemutusan secara tiba-tiba oleh sebuah stasiun televisi swasta ketika isi sidang tak sesuai dengan yang mereka kehendaki, kasus syiah disampang, kasus teroris yang tak pernah adil dan justru banyak mendzolimi.

Hal ini membuat partai-partai islam dan ormas-ormas islam dibenci oleh masyarakat. Padahal jika melihat langsung kondisi dilapangan, partai-partai islam dan ormas-ormas islam yang dicap teroris, mereka telah bekerja secara nyata membantu masyarakat. Berbagai bencana besar mereka lalui dengan tanggap dan sigap.

Berbeda jauh dengan mereka elemen partai politik yang tak miliki ideologi islam, sampahpun bisa menjadi berharga ketika mereka memainkannya. Begitulah kondisi kita hari, kita dibenci tanpa sebab. Tapi kemudian, bukanlah ini yang menjadi jalan dan tujuan kita sebagai aktivis dakwah yang berkecimpung dipartai-partai islam dan ormas-ormas islam.

Tujuan kita adalah Allah swt semata, Allah swt melihat kerja-kerja. Kita hanya tinggal menanti waktu yang tepat dimana Allah swt justru akan memberikan kemenangan yang mudah dan menghancurkan mereka bersama partai-partai dan ideologi-ideologi sesat mereka.

Wallahualam

Faguza Abdullah

No Response

Leave a Reply