Sandiaga Berbagi Tips Bagi Ibu Pengusaha kecil Di Tangerang Selatan

WhatsApp Image 2018-10-20 at 11.53.56 AMJAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno berbagi tips bagi para pengusaha untuk mengatasi kesulitan saat ekonomi mengalami krisis. Di hadapan para pengusaha dan ribuan warga di Tangerang Selatan, Sandiaga mengungkap kunci di saat krisis melanda terdapat tiga hal.

"Kalau bisnis sedang sulit seperti ini, kita lakukan penghematan. Kita jaga cash flow jangan sampai cash flow morat marit karena pelambatan usaha kita. Jangan mengeluarkan pengeluaran yang tidak perlu," kata Sandiaga.

Untuk usaha di bidang kuliner, Sandiaga menyarankan penghematan dilakukan dengan mengurangi porsi namun tetap mempertahankan kualitas produk. "Kalau harga naik laku enggak? serba salah. Biasanya porsinya yang dikurangi tapi kualitas tetap, jangan berkurang," ujar Sandiaga kepada pengusaha kuliner.

Tips kedua, menurut Sandiaga dengan melakukan inovasi. Inovasi biasanya muncul saat kondisi sulit. Banyak usaha yang muncul justru dalam kondisi sulit.

Sandiaga menuturkan pengalamannya pada 1997 silam. Saat itu, dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam kondisi demikian, Sandiaga membuka usaha jasa konsultan keuangan dan investasi.

"Saya dulu pegawai biasa. Tahun 1997 di PHK, akhirnya Allah buka jalan untuk jadi pengusaha. Membuka Konsultan Keuangan dan Investasi. Alhamdulillah itu jalan Allah. Usaha yangs aya bangun 21 tahun lalu sekarang sudah membuka lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan di seluruh Indonesia," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini seraya tersenyum.

Tips terakhir, ujar Sandiaga adalah dengan bertawakal. Sandiaga menekankan, krisis atau kesulitan ekonomi harus menjadi jalan pembuka berinovasi.

"Mari kita katakan i can do it. Krisis peluang kita berinovasi. Krisis datang dan pergi," papar Sandiaga.

WhatsApp Image 2018-10-20 at 11.53.54 AM

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman menambahkan, suara aspirasi pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didominasi kaum Ibu, mengeluhkan tekanan ekonomi yang terjadi hari ini. Bisnis yang mereka kelola mengalami penurunan omset. Hal itu disebabkan kalangan masyarakat umum merasakan harga mahal dan daya beli rendah.

"Saya kira pemerintah harus memahami insipirasi ini. Jangan menyangkal situasi. Kita melihat fakta bersama. Prabowo-Sandi, Insya Allah memberi solusi. Kita yakin, permasalahn bangsa tidak bisa diselesaikan sepihak tetapi bersama-sama. Ini awalnya, akui ada permasalahan," kata Sohibul yang mendampingi Sandiaga.

Sohibul berharap pemerintah bisa menjaga perekonomian Indonesia. Pasalnya, Indonesia sejak dahulu pertumbuhannya didominasi sektor konsumsi, yaitu sekitar 60 hingga 70 persen. "Kalau harga bahan pokok mahal, ini benteng terakhir pertumbuhan ekonomi kita bisa jebol juga. Kami bertekad menstabilkan harga supaya pertumbuhan ekonomi bisa bertahan minimal dari sektor ekonomi," ungkap Sohibul.

author
No Response

Leave a Reply