Ketika “Allahu Ghoyatuna” Terdegradasi Menjadi “Politik Itu Mencari Kekuasaan”

habib salimSeberapa machiavelisnya kamu? Biar saya bantu jawab. Apabila kamu membanggakan jargon "politik itu mencari kekuasaan" sembari menertawakan upaya mencari berkah melalui aktivitas politik. Maka selamat, Machiavelli di dalam kubur mungkin akan "menyungging" senyum untukmu.

Allahu Ghoyatuna telah tetap menjadi mabda'. Itu bagi yang mengikuti proses tarbiyah dengan baik dan meresap, yang belum terasuki arwah Machiavelli.

Benar, bahwa manusia bekerja untuk mencari nafkah. Hanya saja, prinsip Allahu Ghoyatuna menjadikan nafkah yang diupayakan punya syarat bermuatan berkah. Seberapa pun kadar yang didapat. Lantas dalam berkah, memunculkan hati yang ridho dan bersyukur, serta nikmat yang mengandung "ziyadah".

Juga benar, dalam aktivitas politik ada upaya merebut kekuasaan. Namun prinsip "Allahu Ghoyatuna" membuat aktivis politik menggeser prioritas tujuannya menjadi Allah yang pertama dan kursi yang kedua. Mau tak mau, politik memang mencari berkah. Dan dakwah lah yang jadi panglima. Li i'lai kalimatillah.

Silakan berprofesi apa pun. Tapi ada adagium yang mengikat: nahnu du'at qobla kulli syai'in. Sehingga mencari berkah adalah yang utama. Di atas nafkah, di atas kekuasaan.

Bila telah muncul kaum yang menukar nikmatnya iman dengan manisnya kekuasaan, di situ lah dosa jariah Machiavelli teradopsi. Berkah adalah hal yang lucu yang patut ditertawakan. Kekuasaan adalah justifikasi yang tak boleh dipertanyakan.

Maka perangai oportunis adalah hal yang tak mengusik hati sebagai sesuatu yang tak pantas. Berkhianat dianggap sebuah kewajaran. Makar dirancang dalam pertemuan-pertemuan tersembunyi. Dan tak malu bermanuver aneh di depan khalayak.

Tingkah machiavelis memberi ilham untuk membuat makar menghancurkan "rumah" lama sembari tak malu masih mendapat penghidupan dari sana.

Mengolok-olok jargon mencari berkah adalah sikap istihza' biddiin yang tak terasa. Bahkan pondasi Salimul Aqidah telah rubuh dengan ucapan itu.

Zico Alviandri

author
No Response

Leave a Reply