Kalian tahu apa yang paling membuat relawan sedih? 

WhatsApp Image 2020-01-02 at 07.21.33Sejak air mulai naik dan merendam beberapa titik di Kota Tangerang, whatsapp masuk untuk permintaan evakuasi dan kebutuhan logistik untuk para korban mulai membanjiri handphone relawan kami. 

Ada yang bertahan di lantai dua dengan kondisi kelaparan, kedinginan, tanpa listrik. Ada pula yang bertahan dengan balita dan ibu yang baru melahirkan, bahkan ada yang minta segera evakuasi karena akan melahirkan. 

Pesan masuk terus mengalir tanpa henti, "Tolong pak, segera evakuasi kami..."
"Tolong pak kami butuh makan..."
"Tolong pak, kami butuh makanan bayi, bayi kami menangis terus.."
"Tolong pak, listrik padam, kami tertahan di lantai dua dengan anak anak kami yang masih balita..."
Sedang relawan terus bergerak tanpa henti, hingga tengah malam, terus memantau pergerakan air dan berkoordinasi. 

Banjir kali ini memang luar biasa, titik yang selama ini jarang terendam air menjelma jadi lautan dengan ketinggian di atas rata-rata. Dan hingga pagi ini kondisi air terus naik, belum juga hujan yang masih mengancam menurut analisa BMKG.

Cakupan banjir yang begitu luas, ternyata jauh melebihi kemampuan relawan melayani permintaan para korban. Hingga akhirnya dengan keterbatasan, beberapa relawan rela menerjang banjir dengan kedalaman di atas dua meter, membawa makanan siap saji untuk mereka yang tertahan dan menunggu proses evakuasi.

Proses evakuasi memang tak mudah, derasnya arus seperti video viral di Ciledug Indah 1 dan beberapa tempat lainnya jadi perhatian serius relawan kami. Menyelamatkan tanpa memperhatikan keselamatan dan kelengkapan safety mengundang kemungkinan relawan juga jadi korban. 

Sejak kemarin hingga semalam, Relawan PKS di Perumahan Pondok Arum Nambo Jaya memikirkan cara bagaimana agar mereka yang tertahan bisa segera di evakuasi. Karena banyak rumah selain dihuni lansia juga balita bahkan bayi. 

Tim Relawan PKS akhirnya berkomunikasi dengan tim rekawan dari Pemerintah Kota Tangerang, Berkoordinasi dengan BNPB dan lembaga terkait lainnya milik pemkot, alhamdulillah relawan kami akhirnya bisa mendapatkan fasilitas perahu untuk proses evakuasi. 

Jam 5.30 pagi, menerjang banjir yang merendam hingga ke genteng rumah alhamdulillah Relawan PKS Kota Tangerang akhirnya berhasil evakuasi salah satu rumah korban, seorang ibu dengan banyak anak kecil dan balita, keluar dari kepungan banjir yang menerjang Pondok Arum.

Tapi tahukah kalian apa yang masih membuat kami sedih? Hingga pagi ini bahkan masih banyak pesan masuk bertubi-tubi meminta pertolongan, tapi kami hanya bisa membacanya sementara mata kami berkaca kaca. Sungguh permintaan ini melebihi kemampuan dan kesanggupan relawan kami. 

Tapi kami berjanji memberikan dan mengusahakan yang terbaik, tunggu kami.

SALAM RELAWAN!

author
No Response

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.