Mengapa Repot-Repot Selamatkan Kucing?

WhatsApp Image 2020-01-04 at 12.10.39Di atas pager, seekor anak kucing basah kuyup menggigil kedinginan, dengan rasa cemas, anak kucing berwarna abu-abu itu hanya bisa  menyaksikan orang-orang dievakuasi dengan perahu karet.

Entah sejak kapan, anak kucing itu bertahan di atas pager bercat kuning itu. Orang-orang yang lalu lalang seolah tak mempedulikan raungan meong-meong yang tak berhenti memanggil. 

Hingga Kamis (2/2/2020) siang, menjelang Duhur, enam relawan kemanusiaan menyisir gang-gang perumahan,  melewati arus banjir dengan perahu karet. Saat mengevakuasi warga, salah seorang dari mereka mendengar suara meong-meong, dan mendapati seekor anak kucing yang kedinginan di atas pager.

Ia memutuskan melawan arus air berwarna kecoklatan setinggi dada orang dewasa, mendekati anak kucing  malang itu. Kucing terlihat diangkat  oleh relawan berbaju hijau lumut itu, dan mencoba menenangkannya dengan dielus-elus.

"Saat saya mengevakuasi orang terdengar suara meong meong, setelah selesai menaikkan orang keperahu karet saya kemudian merescue kucing yang kedingingan di pagar rumah warga," kata Nanang, Relawan PKS Kota Tangerang ini.

Mungkin bagi sebagian manusia, kucing itu hanya binatang liar, mereka sering dilempari, dipukul, ditendang, disiram air panas dan banyak hal buruk yang harus mereka alami hanya karena tak ada yang memiliki.

"Mereka tak memiliki apa-apa selain belas kasihan kita.Dan rasa prikebinatangan saya terpanggil untuk merescue," ujar Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPD PKS Kota Tangerang ini.

Ia menggunakan hati untuk memahami bahwa saat situasi bencana alam tidak hanya manusia yang perlu pertolongan, hewan perlu dievakuasi. Apalagi diantara besarnya pahala orang yang berbuat baik kepada hewan adalah seperti yang disebutkan dalam hadis, akan diampuni dosanya lantaran memberi minum anjing yang kehausan.

"Apalagi ini menolong jiwanya," ungkapnya singkat.

Beberapa saat sebelumnya, banjir kembali melanda perumahan Pondok Bahar, Kota Tangerang. Setidaknya ratusan rumah penduduk terendam banjir setinggi dada orang dewasa, rasa khawatir yang berkecamuk menghantui warga pada awal tahun baru itu. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Tangerang menerjunkan Relawan PKS yang terdiri dari tim medis dan tim rescue untuk membantu mengevakuasi warga dan mendistribusikan makanan.**(cip)

author
No Response

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.