Catatan Seorang Huma(ni)s

No comment 208 views

photo6086965460668099449Awal perkenalan saya dengan komunitas humas di PKS tak pernah terencana. Tahun 2017, selepas menjadi narahubung sebuah kegiatan liburan anak yang lumayan banyak pesertanya membuat tersadar passion saya sesungguhnya. Tanggungjawab sebagai seorang narahubung waktu itu, meski membuat kepala rasanya ngebul dan hampir meledak tapi sungguh memberi kepuasan sendiri.

Kepuasan itulah yang menerbitkan keberanian saya untuk bergabung dengan komunitas humas PKS. Bersyukurnya lagi, Ketua Bidang Humas tempat saya tinggal amat welcome menerima anggota baru yang amatir seperti saya.

Waktu demi waktu pun berlalu, arahan dan bimbingan sebagai seorang humas banyak kami dapatkan baik dari internal maupun eksternal. Tak semuanya tetap berada dalam komunitas ini. Beberapa terlempar, mundur teratur bahkan tak ada kabar. Ternyata tak mudah untuk terus konsisten meski berada di dalamnya.

Hal yang amat berkesan buat saya adalah ketika masa kampanye pemilihan presiden di tahun 2019. PKS yang mendapat nomor urut delapan menginstruksikan kepada humas untuk membuat konten delapan. Maka di belahan bumi manapun, saya yakin semua humas PKS membuat konten tersebut.

Tak terkecuali kami, untuk membuat konten delapan itu mulai sejak bangun tidur sampai tidur lagi kami berjibaku mencari idenya. Jangan sampai ada satu haripun yang terlewat untuk membagikan konten delapan. Tim kreatif mulai dari tim ide, disain, narasi semua bahu-membahu meraciknya. Sehingga setiap pukul tujuh pagi konten siap untuk didistribusikan.

Ketika masa evaluasi distribusi konten delapan di Unit Pembinaan Anggota (UPA) pada masa itu, betapa terpotek-potek hati saya ketika mengetahui capaiannya tak lebih dari 50%. Sekretaris DPD waktu itu bahkan sempat 'agak marah' karena beliau tahu bagaimana humas mencoba melakukan yang terbaik untuk kemenangan PKS di 2019. Hasilnya, di Kota kami bertambah anggota dewan kami di tingkat Kota sebanyak dua orang. Itu dengan capaian distribusi konten yang masih rendah. Bagaimana jika distribusi kontennya full power pake tenaga kuda?:smile:

Selain itu, pengalaman menanti liputan satu ke liputan lain di hari yang sama pun luar biasa berkesannya. Jeda waktu ke liputan selanjutnya yang nanggung jika harus pulang ke rumah, membuat saya lebih memilih rebahan di masjid dan menyelesaikan artikel dari liputan sebelumnya. Gak kebayang dong gimana para reporter beneran itu nungguin berminggu-minggu di depan rumah Nisa Sabyan menunggu klarifikasi?!

Apapun dan bagaimanapun, pokoknya saya cinta banget sama PKS. Bukan saja karena tanggal miladnya yang sama dengan tanggal milad saya, tapi juga karena apa yang PKS cita-citakan amat mulia dan layak diperjuangkan.

Jadi, kenapa masih setengah-setengah membagikan tentang seribu wajah kebaikan PKS?. Kalau bukan kalian, siapa lagi yang memviralkannya?. Ingat, content is King. Distribution is Kingkong.

(frz)

author
No Response

Leave a reply "Catatan Seorang Huma(ni)s"