Ahmad Heryawan Kembali Raih Penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik

aher terima penghargaanJakarta (26/04) — Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa barat kembali meraih penghargaan dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan kali ini diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas prestasinya yang telah menjadi satu-satunya Provinsi dengan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut tahun 2014, 2015 dan 2016, dan berhak mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, (25/04/2018).

"Pertama tentu bersyukur kepada Allah SWT, pada saat yang sama saya nyatakan ini prestasi bersama, ini penghargaan untuk semua masyarakat Jawa Barat, untuk semua stakeholder pembangunan," ungkap Aher.

Parasamya Purnakarya Nugraha, merupakan tanda kehormatan tertinggi pelaksanaan pembangunan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Dalam masa jabatannya yang sudah memasuki dua periode, Heryawan merasa bersyukur dengan penghargaan tersebut. Menurut lelaki yang akrab disapa Kang Aher ini, penghargaan tersebut telah menjadi kado terindah untuknya yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya.

"Kemudian dinilai keberhasilannya, kemudian ada penghargaan, penghargaan kan di ujung, dan harus memicu prestasi lain, kinerja lain, itu maknanya," kata Aher.

Meskipun akan segera mengakhiri masa jabatannya, Kang Aher mengungkapkan tekadnya untuk membangun Indonesia dan Jawa Barat khususnya akan terus ia lakukan, baik secara formal ataupun informal.

"Saya punya teori kesalehan sosial ya, jadi kesalehan sosial, atau ketakwaan sosial itu adalah, saat seseorang hadir ditengah masyarakat, dan masyarakat yang hadir disekitarnya merasakan manfaat kehadiran saya, dimana sekarang saya hadir sebagai Gubenur. Kita tidak boleh berhenti berkarya, jadi justru kita akan dinilai oleh siapaun karena karya kita, karena manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, mudah-mudahan prestasi sosial kita menjadi baik juga di mata Allah SWT," tuturnya.

Survei: Warga Jabar Lebih Puas Kinerja Aher Ketimbang Jokowi

Gubernur Jawa Barat, Ahmad HeryawanJakarta (17/1) – Lembaga Indonesia Strategic Institute (Instrat) merilis hasil surveinya tentang tingkat kepuasan publik Jawa Barat terhadap kinerja Gubernur Ahmad Heryawan dan performa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya, masyarakat Jawa Barat lebih puas atas kinerja Gubernur Aher daripada kinerja Presiden Jokowi.

Tingkat kepercayaan publik Jawa Barat pada kinerja Gubernur, menurut survei itu, mencapai 47 persen. Sedangkan tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Jokowi hanya 28 persen.

"Kepuasan publik Jawa Barat terhadap Joko Widodo dan Jusuf Kalla hanya sebesar dua puluh delapan persen," kata Direktur Instrat, Jalu Pradono, dalam Diskusi Publik bertajuk Masa Depan Panggung Kepemimpinan Jawa Barat di Bandung pada Senin, 16 Januari 2017.

Sebagian besar masyarakat Bumi Priangan itu, kata Jalu, menilai kinerja pemerintahan Gubernur Ahmad Heryawan pada periode kedua lebih baik daripada periode pertama. Publik menganggap lebih banyak perubahan pada periode kedua yang mencapai 50 persen dibandingkan periode pertama yang hanya 13 persen.

Kendati demikian, Jawa Barat di masa kepemimpinan Ahmad Heryawan mendapat catatan penting roda dalam pemerintahan masa 2018. 

Persepsi publik terhadap isu kesejahteraan menempati posisi teratas yang diikuti tingginya harga kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan. Publik Jawa Barat tidak puas dalam hal kesejahteraan yang mencapai 64,3 persen, harga kebutuhan pokok 61,3 persen, dan lapangan kerja 56,6 persen.

Sumber: viva.co.id

Aher: Membela Masjid Al-Aqsa Adalah Fardhu ‘Ain

aher dan imam masjid al aqshoBandung (13/6) — Imam Besar dan Khatib Masjidil Aqsa Syeikh Ikriman Shabri meminta dukungan dan doa khususnya kepada warga Jawa Barat untuk membantu membebaskan tempat suci kaum muslimin Masjidil Aqsa dari cengkeraman dan penjajahan bangsa yahudi.

Syeikh Ikriman Shabri mengatakan, Masjidil Aqsa merupakan tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang bukan hanya dimiliki bangsa Arab dan Palestina saja, melainkan milik seluruh umat muslim di dunia yang perlu dijaga dari gangguan bangsa yahudi yang bertahun-tahun berupaya menghancurkan Masjidil Aqsa.

Hal itu dia katakan di hadapan Jamaah Shalat Tarawih di Masjid Istiqomah Kota Bandung, Minggu (12/06/16). “Seluruh umat muslim di dunia mempunyai tanggung jawab terhadap Masjidil Aqsa, ketika kita mengabaikannya berarti ada yang kurang dari aqidah dan keimanan kita,” katanya melalui penerjemahnya.

Syeikh Ikriman Shabri yang juga anggota Persatuan Ulama Internasional menceritakan perjuangan masyarakat Palestina yang tidak pernah tidur dalam menjaga Masjidil Aqsa dari tangan bangsa Israel.

“Kami di Palestina 24 jam menjaga Masjidil Aqsa yang berupaya dihancurkan oleh kaum yahudi,” ujarnya. Mereka juga menyampaikan salam dan penghormatan kepada masyarakat Indonesia atas komitmennya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Titip salam dari saudara-saudara kalian di Palestina dan terima kasih kepada Presiden, Gubernur dan semua masyarakat Indonesia atas dukungannya, kami atas nama bangsa Palestina mengajak kita semua berdoa mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita untuk bisa sama-sama bertemu dan shalat di Masjidil Aqsa suatu saat nanti,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan bahwa membela dan mempertahankan Masjidil Aqsa hukumnya adalah fardu ain bagi kaum muslimin. Masyarakat muslim dimanapun berada wajib menjaga Masjidil Aqsa dan kemerdekaan bangsa Palestina.

“Membela masjidil Aqsa dari penjajahan bangsa yahudi adalah fardhu ''ain bagi kaum muslimin,” kata Aher di tempat yang sama.

Aher mengungkapkan, seminggu yang lalu dirinya berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi namun tidak ke Majidil Aqsa karena situasi disana yang masih mencekam. Masyarakatnya sendiri dilarang masuk dan membangun apapun di sekitar Masjidil Aqsa. Perlahan bangsa yahudi ingin mengusir kaum muslimin dan menganggap bahwa disanalah tempat suci mereka berada, padahal tidak ada sama sekali.

“Minggu lalu saya berkunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tapi kapan kita bisa ke Masjidil Aqsa yang saat ini dalam penguasaan yahudi,” kata Aher.

Dia berharap seluruh masyarakat Jawa Barat mendoakan agar Masjidil Aqsa terbebas dari penjajahan bangsa yahudi. “Mudah-mudahan hadirnya Syeikh Ikriman Shabri disini juga menjadi berkah bagi Masjidil Aqsa,” pungkasnya.

Aher Terbuka Ajak Masyarakat Cari Solusi Banjir Musiman Bandung Selatan

aher banjir bandungPKS Kota Tangerang –  Bandung (15/3) Menanggapi parahnya banjir musiman di kawasan Bandung Selatan tahun ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengajak Pemerintah Pusat, dan masyarakat untuk saling terbuka dalam mencari solusi yang terbaik menanggulangi musibah rutin tersebut.

“Pokoknya gini, Pemerintah Pusat khususnya, untuk selalu terbuka untuk berdiskusi untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat. Tentunya ketika Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi terbuka untuk menyelesaikan masalah Citarum ini. Masyarakatnya juga perlu terbuka untuk secara ilmiah, secara baik, apa penyelesaian yang akan kita sepakati bersama,” tutur Aher di Bandung Selatan, Senin (14/11/16).

Aher juga menegaskan bahwa kawasan yang ‘pasti’ banjir tiap musimnya tersebut seharusnya tidak jadi pemukiman. Dengan mengalihfungsikan kawasan tersebut menjadi kolam retensi, luapan sungai Citarum dapat dicegah agar tak meluber kemana – mana.

Disamping itu, Aher juga menekankan perlu adanya kedewasaan atas konsekuensi dari solusi hasil kesepakatan pemerintah, stakeholder, juga masyarakat. Misalnya, bila akhirnya Cieunteung dijadikan kawasan retensi, masyarakat harus siap dengan pembebasan lahannya. Begitu pula dengan solusi lainnya. Karena setiap solusi pasti ada konsekuensi.

“Kawasan tersebut harusnya tidak jadi pemukiman. Tapi kita tidak juga mau menyalahkan masa lalu yah, siapa yang mengizinkan perumahan? Siapa yang memulai? Nggak usahlah kita pikirkan masalah seperti itu. Itu masa lalu, yang penting bagaimana kita secara sadar secara bersama – sama semua stakeholder baik pemerintah maupun masyarakat, ayo kita bareng – bareng menyelesaikan ketika solusinya harus bikin kolam retensi, harus ada pembebasan ya masyarakat harus bersedia dibebaskan lahannya untuk digali menjadi kolam retensi. Begitu kan,” pungkas Gubernur Aher.

 

Keterangan foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Aher Umrah dan Pantau Kereta Cepat Mekah-Madinah

aher di makkahPKS Kota Tangerang – Mekah (2/2) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) langsung menunaikan umrah setibanya di Mekah dan melakukan sejumlah kegiatan.

Aher dan rombongan sampai di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Sabtu, 31 Januari 2016 pukul 23.30 waktu Arab Saudi (WAS) setelah berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada Sabtu (30/1/16) sore dengan menggunakan pesawat Saudia Airlines SV 815.

Menurut Bayu Umbara, ajudan Gubernur Jabar yang bertugas, Aher setibanya di bandara, langsung dijemput Umar Abu Hafz, utusan Syeikh Khalid Al-Hamudi. Dia merupakan Pimpinan Rabithah 'Alam Islami, tokoh dan ulama di Arab Saudi yang akan menerima rombongan Gubernur pada Selasa (2/2) ini.

Tidak seperti penumpang dengan visa umroh lainnya yang harus turun belakangan, Aher saat itu dipersilakan turun mendahului karena tepat di bawah pesawat sudah dijemput kendaraan VIP langsung ke tempat imigrasi dan kemudian menuju hotel.

Sesampainya di hotel (karena sudah ihram di pesawat), pada Ahad (31/1/16) pukul 02.00 WAS langsung melaksanakan umroh sampai tiba waktu Subuh. Selanjutnya, agenda hari tersebut melaksanakan kewajiban ibadah di Masjidil Haram, terutama sholat wajib dan sunah di Masjidil Haram

Pada Senin (1/2/16) ini, lanjut Bayu, aktivitas dimulai pukul 03.00 WAS guna melaksanakan tawaf sunat seraya menunggu sholat subuh. Kemudian, itika dan tadarus di Masjidil Haram.

"Setelah melaksanakan Sholat Subuh, banyak warga Indonesia yang mengajak beliau berfoto. Kegiatan selanjutnya pukul 09.00 ziarah di sekitar Mekah dengan menggunakan bis," katanya melalui pesan instan dari Mekkah.

Beberapa tempat dilewati dalam ziarah, salah satunya pembangunan stasiun kereta cepat yang akan menghubungkan Mekkah ke Madinah.

Perjalanan ziarah berakhir di Museum Harammain atau lebih dikenal sebagai museum Ka'bah, ketika Aher diterima langsung pimpinan Museum Ka'bah. Selepas itu, langsung melaksanakan sholat duhur di Masjidil Haram. Agenda Selasa besok adalah melakukan kunjungan ke salah satu ulama dan tokoh di Mekkah yakni Syeikh Khalid Al-Hamudi (Pimpinan Rabithah 'Alam Islami).

"Ini kunjungan balasan karena beliau sudah berkunjung ke Jawa Barat, tepatnya ke Subang dan Sukabumi, pada pertengahan November 2015. Di sana, kami akan jajaki kerjasama di semua sektor, terutama bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan," ungkap Aher, sehari sebelum berangkat umrah.

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher)

sumber; pks.id