Musibah Banjir dan Longsor, Kader PKS Banten Dihimbau Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak

sanujiSERANG – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten, Sanuji Pentamarta menghimbau seluruh pengurus, kader dan relawan PKS untuk gerak cepat hadapi musibah banjir dan longsong di beberapa tempat di Banten. 

"Kepada seluruh pengurus, anggota dewan, kader dan simpatisan PKS di Banten, siaga bergerak cepat hadapi banjir dan longsor di beberapa tempat," kata Sanuji Pentamarta dalam himbauan tertulisnya kepada pengurus dan kader PKS Banten, Rabu (1/1/2020).

Sanuji juga menghimbau kepada seluruh kader untuk memperbanyak berdoa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT. 

Selain itu kepada pengurus dan struktur PKS di berbagai daerah untuk menyampaikan laporan musibah secara berkala dan rinci. 

"Waspada dan siap siaga serta menyampaikan laporan perkembangan musibah secara berkala dan rinci kepada struktur PKS," katanya. 

"Sesegera mungkin untuk turun membantu para warga yang terdampak banjir dan longsor," lanjutnya.

Sanuji meminta kepada para kader dan relawan PKS yang turun membantu para warga untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan semua pihak. "Bekerjasama dengan pemerintahan, relawan maupun masyarakat umum lainnya," ujarnya.

sumber kabtangerang.pks.id

Korban Banjir Masih Mengungsi, SPKK Priuk Bagi Nasi Bungkus

pks-kotatangerang.org – Tiga hari sudah banjir menggenangi, dimulai sabtu lalu (27/2) beberapa titik di wilayah Periuk masih tampak terendam. Aktifitas warga menjadi terhenti hingga mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan. Beberpa LSM dan dinas terkait Pemkot Tangerang pun mulai turun membantu warga yang menjadi korban banjir.

SPKK (Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPC Priuk yang dipimpin Retnowati pun sigap. Bertempat di rumah salah satu kader bernama Mailan Sari, dapur umum untuk memenuhi kebutuhan korban banjir pun tampak sibuk. Seratus porsi nasi bungkus disiapkan untuk di bagikan siang ini ((2/2). Menurut Rohmat salah satu tim Relawan PKS dari kepanduan, pembagian nasi bungkus di tetapkan di 2 titik lokasi terparah terendam banjir yaitu di komplek Mutiara Pluit dan Total Persada.

"25 bungkus kita bagi komplek Mutiara Pluit, sedangkan 75 bungkus kita bagi ke korban  banjir di Total Persada" sebutnya melalui whatsapp.

Dengan di bantu kader dan ibu-ibu warga sekitar rumah Mailani, 100 bungkus segera di siapkan dan di bagikan oleh kader PKS DPC Priuk. Warga tampak antusias menerima pembagian nasi bungkus dari PKS. Salah satu warga yang juga ibu Ketua RT 05/08 Ibu Maryanto pun menyampaikan ucapan terima kasih nya atas bantuan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PKS, semoga menjadi pemberat amal kebaikan dan dimurahkan rezekinya" ucap Ibu Maryanto.

Hari ini hujan kembali mengguyur wilayah Priuk. Meski tak berlangsung lama, tapi melihat sisa banjir beberapa hari ini yang  masih menggenang surutnya air bisa di pastikan akan bertambah lama. Relawan PKS masih terus bersiap siaga, seperti apa yang disampaikan Ketua DPD Tengku Iwan pada semua kader PKS Kota Tangerang hari selasa (2/2) lalu :

"Bersiap siagalah! Ladang amal kembali terbentang didepan kita. Ulurkan tangan, bantulah yang terkena banjir. Sayangi dan ringankan beban mereka. Apapun yang terjadi kita akan terus hadir, berkhidmat untuk warga Kota Tangerang"

Posko banjir PKS masih terus di buka. Untuk wilayah Priuk info dari Rohmat penanggung jawab posko, posko banjir PKS berada di rumah Maryono yang beralamt di Jl. Demak Blok g3, No 2 RT 02 RW 08 Total Persada.

Berikut ini info lengkap nomer kontak penanggung jawab posko dan kebutuhan pengungsi yang bisa kita bantu :

POSKO BANJIR DPC PKS PERIUK


Ketua:  Heru Purwoko (+628991476691), wakil: Muh Suyudi (+6287774701821),

Penerimaan/Bantuan dan Distribusi: Rohmat Budi (+6281314655659) 

Infromasi titik rawan banjir / pengungsian:

Total Persada : Maryono ; +6281299222174,
Periuk Damai / Mutiara Pluit: Sugiyanto (+6281271713223), Kodir (+6281399369225),
Periuk Jaya: Haryanto (082111965741), Mugiyono: +6285711470486,

Logistik yg diperlukan :
1. Konsumsi, 
   – Pagi: roti,susu,air mineral 
   – Siang: nasi bungkus
2.  Susu sachet, susu bayi
3. Pembalut wanita, pempers
4. Alat kebersihan, pembersih lantai
5. Obat-obatan

Donasi bantuan bisa di salurkan ke :

Rekening BRI Unit Jatiuwung
0817-01-047068-53-1
a/n: Rohmat Budiyanto
 

 

Banjir Meluas, Bantuan Kader PKS Kota Tangerang Mulai Mengalir

pks-kotatangerang.org – Intensitas hujan terus meningkat, persiapan dan koordinasi terus ditingkatkan oleh Tim P2B dan Humas PS Kota Tangerang. Info perkembangan titik banjir terus di update untuk di musyawarahkan langkah teknis yang harus di lakukan.

Dari grup humas, Eko menyampaikan info tentang rumah salah satu kader yang mulai terendam banjir dari malam tadi (29/2). Hendra adalah kader PKS dari karawaci yang tinggal dengan alamat rumah di Pondok Arum Kelurahan Nambo Jaya adalah suami dari Duksinowati. Rumah kader PKS ini biasa di jadikan ukuran, jika rumahnya sudah terendam maka bisa di pastikan di blok D-F di komplek yang sama sudah terendam air hingga kurang lebih 1,5 meter. Rumah ini pula yang biasa nya di jadikan posko banjir kader setempat.

Sementara dari wilayah Periuk, Zul yang juga anggota tim Kepanduan menyampaikan bahwa komplek Perumahan Taman Elang sudah mulai terendam banjir. Dari beberapa foto yang dikirim tampak ketinggian air hingga mencapai 0,5 meter di beberapa tempat, dan yang menarik adalah foto 2 balita yang dibawa mengungsi oleh kedua orang tua dengan menggunakan perahu dari galon air.

Untuk update info banjir dan penyaluran bantuan ke posko PKS di wilayah Periuk, bisa menghubungi Penanggung Jawab kordinasi korban banjir Periuk

Ketua: Heru Purwoko, bisa dihubungi ke nomor kontak 08991476691

Wakil: Yudi Suyudi, bisa dihubungi dengan nomor kontak 087774701821 

Penerimaan Bantuan dan Distribusi P2B : Budi Rohmat, bisa dihubungi di nomer kontak 081314655659

Info dari perwakilan tim P2B Periuk, Yudi menyebut : 

"Untuk sementara kita belum membuka posko,tapi sentralisasi logistik dulu d dekat lokasi banjir"

Menyambung Informasi, Yudi juga menyampaikan pengungsi di total sudah mencapai angka sekitar 1000 an jiwa, terkonsentrasi di Masjid Al Mujahidin sekitar 500 jiwa sisanya menumpang dan sebagian di mushola RT 07 RW 08.

 

Kunjungi Korban Banjir, Hilmi Fuad Serahkan Bantuan Untuk Warga

alipks-kotatangerang.org – Musim penghujan baru dimulai, tapi beberapa wilayah tampak sudah mulai terendam banjir memaksa warga mulai mengungsi dan terhenti rutinitasnya. Anak-anak masih tampak ceria tapi orang tua mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena terendamnya dapur dan terputusnya listrik.

Setelah senin (29/2) siang kemarin bantuan bahan mentah untuk dapur umum di salurkan, malam tadi makanan siap santap pun di antarkan langsung ke pengungsi di wilayah candulan. Terasa spesial karena tampak ikut dalam barisan kader yang turun langsung mengantarkan bantuan adalah Hilmi Fuad, aleg FPKS DPDR Kota Tangerang.

Rombongan sampai di titik banjir pukul 19.30. Tampak ikut mendampingi dalam rombongan Ali Mustofa ketua DPC Cipondoh beserta Sekum Dwi, Ian Kasie Kepemudaan, Ketua dpra Petir, dan ikut pula rombongan ummahat SPKK (Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga) dipimpin langsung oleh Nurhidayah. Kali ini bantuan berupa 170 nasi bungkus dan 3 dus air mineral di serahkan ke para pengungsi dengan menerjang banjir menggunakan perahu yang di sediakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Sementara tim SPKK juga menyerahkan bantuan bahan makanan ke dapur umum yang ada di lokasi banjir.

Ketua RW Candulan Hasan Basri beserta sekretaris kelurahan Petir menyampaikan terima kasih atas komitmen PKS yang terus membantu korban banjir khususnya di wilayah Kelurahan Petir. Terkait banjir ini Hilmi Fuad dan Hasan Basri berbincang tentang pembuatan tanggul untuk penanganan banjir serta penanganan sampah yang lebih aktif dilakukan dari pihak DKI dibandingkan dari Pemkot Tangerang.

Senin (29/2) kemarin ketinggian air sempat turun, tapi hujan di sore hingga malam hari membuat ketinggian air bertambah hingga setinggi pinggang orang dewasa. Dan sepertinya para korban banjir harus bersabar lebih lama karena musim hujan sedang dalam puncaknya dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Jarum jam tepat pukul 20.30 ketika rombongan menyelesaikan pembagian bantuan dan berbincang dengan warga. Setelah mendapatkan informasi kebutuhan mereka, semua rombongan berbalik arah. Ketika dihubungi via whatsapp Ketua DPC Mustofa Ali menyebutkan bahwa rencana berikutnya akan mendampingi korban dengan menyalurkan bahan makanan.

"Sabtu sore insya Allah akan dilaksanakan reses Ustadz Hilmi di Cantiga" ucapnya menutup perbincangan.

Korban Banjir : “Biasanya PKS yang masuk sampai sini kasih bantuan…”

banjir petirpks-kotatangerang.org – Hari ini (29/2) hujan tak turun, tapi beberapa titik banjir masih di laporkan tergenang air sehingga beberapa penduduk masih menempati titik-titik pengungsian. Salah satu nya adalah di RT 2 RW 6 kelurahan Candulan Petir.

Di ujung gang jagalan, tampak 1 mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran membawa 2 perahu. 1 perahu masih berada di dalam mobil sedang perahu lainnya tampak sudah di turunkan untuk di gunakan warga yang rumahnya tergenang. Tampak pula mobil operasional Polsek setempat dan beberapa personilnya bersiaga menjaga situasi pemukiman yang terkena banjir agar tetap aman dan kondusif.

Setelah sebelumnya mengantar bantuan berupa 1 karung beras dan beberapa bahan makanan di posko di salah satu rumah simpatisan, 7 orang kader PKS DPC Cipondoh Wahyu, Imam, Abun, Dede, Andy dan Syaifuddin bergegas menuju titik banjir. Sebelum masuk gang sambil menunggu mobil parkir tampak salah satu pemuda yang merupakan warga setempat pun membuka percakapan.

"Pake perahu aja mas kalau mau masuk ke dalam, lumayan air nya masih dalam" katanya ramah.

Setelah di jawab bahwa kami ingin jalan kaki saja, pemuda yang berusia sekitar 30an tahun ini pun menyampaikan

"Biasanya sih yang kasih bantuan rutin setiap banjir sampai ke dalam cuma PKS mas, semalam juga ada yang kesini" ucapnya polos.

Kami yang sedari datang belum memperkenalkan diri pun hanya tersenyum,

"Alhamdulillah kalau begitu mas."

Setelah mobil terpakir, kami pun berjalan memasuki gang dengan di dampingi pemuda tadi. Saya yang berkesempatan berbincang dengan pemuda ini bertanya banyak hal tentang kondisi warga dan kebutuhan mereka.

"Oooh, ini rombongan dari PKS mas?" saya jawab hanya dengan senyuman, rupanya dia melihat topi dan kaos yang di pake 2 orang dari rombongan kami.

Sesampai di samping sebuah mushola, pemuda tadi mengantar kami ke rumah RT Niko, begitu dia sebut Ketua RT 2 RW 6 ini. Setelah berkenalan dengan kami Pak RT menyampaikan kondisi warga dan menyatakan siap membantu.

"Kalau untuk PKS saya siap bantu alat masak untuk dapur umum, kebetulan saya ada usaha tenda jadi punya perlengkapan untuk memasak." ucapnya menawarkan diri.

Melanjutkan perjalanan, akhirnya sampai di jagalan. Tempat yang juga berfungsi sebagai rumah pemotongan hewan ini tampak sudah di diami beberapa pengungsi. Dengan alas seadanya, tampak beberapa ibu sedang beristirahat dengan anak balita nya.

wati (43 th) , salah satu pengungsi ketika di tanya berapa jumlah KK yang ada di jagalan ini menyebut ada sekitar 13 KK.

"Sekarang ada 13 mas, tapi biasanya kalau pas puncak banjir bisa sampai 50 KK lebih" sambungnya. Dengan ukuran ruang tak lebih dari 15 x 15 meter, bisa di bayangkan betapa sesaknya tempat ini jika 1 KK mempunyai 4 anggota keluarga.

Saya coba menanyakan tentang sekolah anak, wati menjawab bahwa sebenarnya ia menyarankan anak nya yang sudah kelas 6 SD tidak berangkat sekolah.

"Tapi anak saya keukeuh berangkat sekolah karena selasa dah mulai ujian, akhirnya di gendong sama bapaknya ke depan gang deh"

Wati juga menyesalkan perahu yang hanya di sediakan di ujung gang depan, kenapa perahu yang satunya tidak di turunkan di belakang untuk keperluan warga terutama anak-anak yang berangkat sekolah.

"Mas nya dari PKS? Biasanya PKS yang masuk-masuk sampai ke sini kasih bantuan" tanya nya sambil tersenyum.

"iya bu, alhamdulillah" jawab saya singkat.

Wati menyebut bahwa banjir pertama hari jumat lalu kondisi air sempat surut, sehingga beberapa warga yang mengungsi di jagalan ini pulang ke rumah masing-masing. Tapi hujan deras Sabtu (27/2) lalu membuat air kembali naik dan memaksa mereka kembali mengungsi.

Bagi kader dan masyarakat Kota Tangerang yang ingin membantu korban banjir di kelurahan Petir bisa menyalurkan bantuan melalui rekening Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Cipondoh Bank BJB Cabang Tangerang No Rekening 0017943502100 atas nama Priyatmo Dwi Nugroho. (abu ghozy)