Upgrading Konsultan RKI Kota Tangerang

photo6185697348529793813Sejak hadir di tengah masyarakat, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) secara aktif mengambil peran penting dalam membangun keharmonisan keluarga Indonesia. Salah satu pelayanan terbaik yang dijalankan oleh RKI khususnya di Kota Tangerang adalah layanan konseling keluarga.

RKI Kota Tangerang menyiapkan konsultan-konsultan terbaik yang rutin mengikuti pendidikan dan pelatihan. RKI Kota Tangerang berharap konsultan-konsultan tersebut dapat membantu klien mencari solusi permasalahan dalam keluarga Indonesia.

Layanan konseling dilakukan dengan tehnik standar konseling yaitu tatap muka. Namun dengan kondisi pandemi, masalah sosial khususnya dalam keluarga menjadi sangat kompleks, seperti perceraian yang semakin meningkat. Oleh karena itu, layanan konseling diupayakan tetap berjalan dengan tehnik yang disesuaikan. Konseling online adalah tehnik konseling yang dirasa tepat dalam situasi pandemi yang terjadi saat ini.

Dengan latarbelakang tersebut, BPKK Kota Tangerang mengadakan upgrading bagi para konsultan dengan tema “Tehnik Komunikasi Dalam Proses Konseling Di Masa Pandemi”. Upgrading dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Februari 2021 pukul 15.45-18.00 WIB melalui daring (online). Materi disampaikan oleh Bapak Triatno Yudho Prabowo, M.Psi., Psikolog.

Dalam paparannya, Triatno YP memaparkan konseling secara umum, tehnik konseling online, faktor penentu berjalannya konseling dan hal-hal yang harus dipersiapkan oleh konsultan dalam menjalankan konseling online.

Agenda upgrading ini dihadiri oleh 59 orang konsultan dari wilayah kota Tangerang dan konsultan BPKK Banten dan wilayah lainnya. Selama acara berlangsung, antusiasme peserta sangat tinggi.

Meskipun beberapa dari peserta berada dalam keterbatasan kondisi saat mengikuti upgrading namun peserta tetap menyimak dengan baik. Materi yang disampaikan dikuatkan dengan adanya role play proses konseling online dari 2 orang konsultan yang bersedia untuk mempraktekannya secara sukarela.

Dengan diadakannya upgrading bagi para konsultan, BPKK Kota Tangerang berharap dapat terus melayani masyarakat melalui layanan konseling keluarga.

PKS Kota Tangerang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kreo Selatan Larangan

banjir laranganTangerang – BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPD PKS Kota Tangerang menyalurkan bantuan bagi korban banjir di pemukiman RT 05 RW 04 Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Dari pendataan yang dilakukan relawan PKS di lokasi banjir, sedikitnya ada 10 rumah di RT 5 RW 4 yang terdampak banjir.

Bantuan yang diberikan berupa diapers, deterjen, pembersih lantai, dan alat-alat kebersihan di antaranya sapu, alat pel, dan sikat lantai.

Bantuan diberikan pada hari ini, Kamis, 25 Februari 2021 oleh Ibu Lilis Suhara, S.Pd.I selaku Ketua BPKK DPD PKS Kota Tangerang didampingi Ibu Dini Taryanti, S.Kom (Sekretaris BPKK Kota Tangerang) dan Ibu Rahmi Silviani, S.Si Apt, Ketua Bidang Kesejahraan Sosial DPD PKS Kota Tangerang.

Pemberian bantuan tersebut juga dihadiri oleh BPH dan Tim Satgas Bencana DPC PKS Larangan.

Ibu Siti Umiyah selaku perwakilan warga mengatakan baru PKS inilah partai yang memberikan bantuan untuk korban banjir di daerahnya.

PKS Kota Tangerang memang berkomitmen untuk melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Pak Zatmiko, S.Sos.I selaku Sekretaris DPC PKS Kecamatan Larangan berharap semoga PKS tetap berjaya, dan tetap berbuat baik kepada sesama manusia.

Tangerang, 25 Februari 2021
Reporter dan juru kamera: Nurhayati Soetardjo

Harmonisasi Pasangan Suami Isteri

WhatsApp Image 2020-12-21 at 18.12.02Alhamdulillaah sudah terlaksana Webinar BPKK dalam rangka ketahanan keluarga, dengan mengambil tema Menguatkan Cinta Karena Allah

Pemateri Webinar adalah seorang Psikolog yaitu Bapak Muhammad Iqbal, Ph.D didampingi isteri Ibu Kisma Fawzea, S.Psi dan biasa dipanggil Mba Zee Zee.

Webinar yang diselenggarakan sore hari Ahad 20 Desember 2020, diikuti oleh 231 pasangan suami isteri dari Kota Tangerang. Cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta semoga bisa memjadi pencerahan bagi setiap pasangan baik pengantin baru ataupun pengantin lama.

Acara dimulai oleh MC dilanjutkan Tilawah dan sambutan oleh Ibu Lilis Suharah Ketua BPKK dan sambutan Ketua DPD PKS Kota Tangerang Bapak Tengku Iwan. 

Setiap Pasangan suami istri dalam kehidupan sehari-hari, selalu mengalami dinamika dan fluktuasi dalam interaksi cinta dan kasih sayangnya.  Ada masa dimana interaksi yang sangat kuat, cinta dan kasih sayang terbangun dengan sangat membara, seperti yang kita saksikan pada rata-rata pengantin baru. Namun ada masa dimana mereka mengalami kegersangan cinta dan kehambaran perasaan, terutama pada saat mereka mengalami fase konflik yang berkepanjangan.

Pada saat suasana cinta mereka tengah membara, maka interaksi di antara mereka terasa sangat menyenangkan dan membahagiakan.  Betapa mudah bagi suami dan istri untuk berlaku baik, lembut, mesra, saling membantu, saling memaklumi, saling mengerti di antara mereka berdua. 

Namun pada saat suasana cinta mereka tengah mengalami kegersangan, ditambah dengan konflik yang tidak segera terselesaikan, maka akan sangat sulit bagi suami dan istri untuk berlaku baik di antara mereka.

Menikah dengan didasari cinta Karena Allah bukan berarti tanpa ikhtiar untuk merawatnya. 
Oleh karena itu setiap pasangan perlu untuk saling mengenal lebih jauh, memahami karakter masing masing agar mudah untuk saling menjaga dan menguatkan dalam menghadapi dinamika berumah tangga yang menjadi sebuah keniscayaan.
Oleh karena itu perlu upaya lain untuk meningkatkan kemampuan pasangan suami isteri yaitu dengan menambah ilmu tentang cinta dalam pernikahan itu sendiri. 

Ada beberapa hal  yang perlu kita camkan dari paparan Nara sumber, terutama tentang masalah komunikasi, rata rata setiap pasangan menyampaikan bahwa yang menjadi kendala utama dalam menjalani pernikahan adalah masalah komunikasi.

Bapak Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Komunikasi Pasutri lebih terkait intonasi, gesture, maka untuk komunikasi perlu:

 5 Bahasa cinta
1️⃣kata kata yang menguatkan (menghargai, mengapresiasi)
2️⃣sentuhan (pijitan, kecupan)
3️⃣perhatian yang tidak terbagi (waktu, memberi hadiah sebagai kejutan)
4️⃣keluar berdua sebulan sekali (bahas tentang kita, kangen ketika berjauhan, cerita tentang masa lalu ketika susah)
5️⃣melayani yang disukai suami (tanpa diminta)

5 waktu yanh dilarang ketika komunikasi untuk bahas masalah
1️⃣saat lelah
2️⃣saat lapar
3️⃣saat ngantuk
4️⃣saat penuh perhatian terhadap sesuatu
5️⃣saat libido

Semoga setiap kita mampu melewati dan menyelesaikan setiap konflik yang ada dalam rumah tangga, sehingga memiliki Sakinah Mawaddah wa Rahmah dalam keluarganya masing masing.  Dan saat itulah maka peran da'wah kita di luar akan semakin kokoh pula.

BPKK DPD PKS Kota Tangerang
2015-2020

BPKK Kota Tangerang Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

WhatsApp Image 2020-11-26 at 05.16.47Alhamdulillah sudah terlaksana Webinar Ketahanan Keluarga dengan tema "Ancaman Ketahanan Keluarga Indonesia", pada hari Sabtu 21 November 2020 via zoom Meeting.
Alhamdulillah Ustadzah Nurul Hidayati, Sekjen AILA Indonesia, berkenan memberikan ilmunya khusus untuk para peserta ayah bunda dari Kota Tangerang.

Webinar ini dihadiri oleh 391 akun peserta zoom Meeting, yang berasal dari 13 kecamatan di Kota Tangerang.

Acara dimulai jam 08.45 dan berakhir jam 11. 45, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua BPKK Lilis Suharah, yang berharap bahwa Webinar ini bukan sekedar pengetahuan saja, tapi tumbuh kesadaran untuk lebih kuat mengokohkan ketahanan keluarga.

Berikutnya Bapak Arif Wibowo memberikan sambutan mewakili Ketua DPD yang berhalangan hadir.
Beliau mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat bermanfaat bagi peserta, agar memiliki kesadaran dan semangat yang kuat untuk berperan dalam amar ma'ruf nahi munkar.

Sebelum acara inti dimulai, dipimpin do'a oleh ustadz Nirwan Nazarudin Ketua Dewan Syariah PKS Kota Tangerang.

Alhamdulillah seluruh peserta mengikuti materi dengan penuh antusias, dan in sya Allah materi bisa diterima dengan baik.

Adapun materi yang disampaikan, Ustadzah Nurul Hidayati menjelaskan bahwa Keluarga merupakan institusi terkecil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Dalam Islam, hakikat keluarga adalah sistem Allah yang didalamnya para anggota keluarga akan dapat menjalankan ibadah secara komprehensif. 


Dan membentuk keluarga, dalam Islam merupakan bagian dari menjalankan agama, memelihara rumah tangga adalah wujud dari keimanan itu sendiri. 

Dalam PP no 87 th 2014 pasal 7, terdapat 8 fungsi keluarga , yaitu : 
1. Fungsi keagamaan.
2. Fungsi sosial budaya
3. Fungsi cinta kasih
4. Fungsi perlindungan. 
5. Fungsi reproduksi. 
6. Fungsi sosialisasi & pendidikan. 
7. Fungsi ekonomi. 
8. Fungsi pembinaan lingkungan. 

Fungsi2 tersebut tidak akan berjalan dengan baik manakala keluarga tidak memiliki kondisi dinamis utk bertahan dan menangkal nilai2 yang membuat keluarga dapat leluasa menjalankan peran & fungsinya. Itulah yg disebut ketahanan keluarga. 

Hal hal yang mengancam ketahanan keluarga diantaranya adalah CSE (comprehensiv Sex Education) . Yaitu pendidikan seks berdasarkan pendekatan radikal, grafis, hak hak seksual & kenikmatan yang mendorong aktivitas sexual anak, mempromosikan seks bebas, aborsi & hal LGBT sebagai hak dari kesehatan seksual. 

Nilai nilai  dalam CSE ini benar benar sangat bertentangan dengan ajaran luhur bangsa indonesia dan norma norma agama yang dianut oleh masyarakat kita. 


Namun sayangnya, dalam kampanyenya , CSE ini masuk secara halus & masiv ke dalam kurikulum pendidikan generasi bangsa ini. Dengan berdalih atas nama kebebasan berorientasi sexual, hak asasi manusia serta kesetaraan gender. 

Selain itu CSE ( dan beberapa nilai2 yang serupa seperti Sexual consent) berusaha menegasikan norma norma keluarga yang sejak awal dianut masyarakat indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa. Misalnya kampanye tentang "diverse family forms", legalisasi aborsi , dsb. 

Sehingga kita memang sedang menghadapi kampanye masiv yang akan meruntuhkan bangunan keluarga kita.  Meruntuhkan tatanan keluarga masyarakat kita yang merupakan cikal bakal bagi generasi dan peradaban bangsa ini.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita,  untuk menjaga diri dan keluarga, juga dalam beramar ma'ruf nahi munkar. 

Salam
BPKK Kota Tangerang 
2015-2020

Webinar Harmonisasi Keluarga BPKK PKS Kota Tangerang : Ku Genggam Tanganmu Hingga Ke JannahNya

WhatsApp Image 2020-09-07 at 12.05.36وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(At-Thur: 21)

Ahad, 6 September 2020 telah terlaksana Webinar Harmonisasi Keluarga yang diselenggarakan oleh BPKK PKS Kota Tangerang.

Pada webinar kali ini, BPKK PKS Kota Tangerang menghadirkan Ustadz Mardani Ali Sera bersama dengan isteri, Ustadzah Siti Oniah.
Webinar yang berlangsung dari pukul 16.00-17.45 WIB ini mengetengahkan tema Kugenggam Tanganmu hingga ke JannahNya. 

Webinar dibuka dengan tilawah oleh Pak Mul, salah seorang peserta. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua BPKK, ibu Lilis Suharah. Ketua DPD PKS Kota Tangerang Bapak Tengku Iwan berkenan menyampaikan beberapa patah kata, hingga akhirnya ditutup dengan do'a oleh ustadz Nirwan Nazarudin selaku Ketua DSD Kota Tangerang.

Peserta yang bergabung dalam webinar ini sebanyak 192 pasangan dan begitu antusias mengikuti materi dari Ustadz Mardani dan Ustadzah Oni. Walaupun materi yang disampaikan singkat namun terasa begitu menyegarkan bagi pasangan pengantin lama.

Tema ini dipilih oleh BPKK kali ini bertujuan untuk memotivasi atau sebagai pengingat untuk para pengantin lama dengan usia pernikahan di atas 10 tahun. Bahkan diantara peserta ada yang sudah menjalani pernikahan selama 34 tahun.

Dalam sambutan ketua BPKK disampaikan bahwa berkumpul bersama keluarga adalah salah satu dari kenikmatan dunia. Tentunya momen bahagia ini tidak hanya kita inginkan di dunia saja, tapi kita juga menginginkan bahwa bahagia dapat berlanjut hingga JannahNya kelak.

Tujuan yang begitu indah, yaitu bersama keluarga menuju surgaNya perlu diupayakan dengan sekuat tenaga oleh setiap pasangan, diawali dengan introspeksi diri sebelum melangkah lebih jauh.

Sudah sepadankah cita cita tersebut dengan usaha yang telah dilakukan. Benarkah sepanjang pernikahan yang kita jalani ini akan mengantarkan kita ke JannahNya?

Karena pernikahan adalah sebuah ibadah yang terpanjang. Begitu terasa oleh kita dalam setiap tahapan kehidupan yang kita lalui selalu membawa tantangan baru. 
Dirasakan sangat perlu ikhtiar dari setiap pasangan untuk menambah ilmu sebagai bekal kita untuk mencapai tujuan yang tinggi yaitu dapat menjadikan surga sebagai tempat tinggal kita kelak.

Ustad Mardani dan Ustadzah Oni mengingatkan kepada peserta bahwa ikhtiar dari setiap pasangan agar tidak bosan selama menjalani ibadah dalam sebuah pernikahan. 
Suami isteri juga perlu untuk saling menguatkan dalam menjalani segala tantangan dalam kehidupan sebagai keluarga da'wah, hingga dapat berkumpul bersama orang orang yang kita cintai hingga JannahNya.

Ada 5 hal yang dipaparkan oleh Ustadzah Oni dalam menghangatkan cinta pasangan suami isteri sepanjang hayat :

1. Menjaga kehangatan suasana Ruhiyah

2. Belajar memelihara lisan sesegar buah utrujah, yang rasanya manis dan baunya harum

3. Selalu meng-upgrade ilmu rumah tangga, karena pernikahan adalah ibadah terlama sepanjang hayat 

4. Belajar tentang pendidikan seksualitas dalam hubungan dengan pasangan 

5. Selalu berusaha menjalani hidup sehat

Semoga acara webinar Harmonisasi Keluarga ini dapat meng-upgrade setiap pasangan suami isteri. Menjadikan keluarga da'wah nya selalu dalam kondisi sakinah mawadah wa rahmah.