Aleg PKS : Karantina Tangerang Raya Sekarang !

Tangerang (30/03) — Anggota FPKS DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten 3 yang meliputi wilayah Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan Kota Tangerang Selatan Mulyanto mendesak Pemerintah segera mengkarantina wilayah (lockdown) yang diwakili tersebut.

Langkah ini perlu diambil, karena Per tanggal 26 Maret 2020, melalui situs covid19.kemenkes.go.id, Pemerintah menyebut Tangerang Selatan sudah menjadi wilayah “transmisi lokal” bagi penyebaran virus corona, menyusul Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

Suatu wilayah berstatus “transmisi lokal”, apabila terjadi penyebaran virus dari orang ke orang dalam lokalitas yang sama dan bukan tertular saat berada di daerah lain. Penduduk yang tinggal dalam daerah berstatus “transmisi lokal” sangat berpotensi menjadi “orang dalam pengawasan” (ODP). Sehingga penanganan persebaran virus dalam daerah ini akan menjadi lebih sulit.

Itu sebabnya orang dari daerah lain tidak boleh masuk ke daerah ini. Begitu juga sebaliknya, warga dari daerah “transmisi lokal” tidak boleh ke luar daerah, agar tidak menularkan warga di daerah lain.

“Hal ini merupakan amanah UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Tindakan mengkarantina suatu wilayah merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah menanggulangi persebaran wabah Covid-19 ini,” ujar Mulyanto.

Tempat keramaian bukan sekedar dibatasi atau dihimbau untuk tidak beroperasi tetapi harus ditutup untuk sementara waktu, sampai wabah ini mereda,” ujar Mulyanto.

Mulyanto minta Pemerintah segera menghitung dengan cermat efek ekonomi dari tindakan karantina wilayah ini, terutama bagi pekerja tidak tetap dan UMKM serta merancang dukungan afirmatifnya. Karena sesuai dengan UU Kekarantinaan Kesehatan tersebut, pemerintah berkewajiban memberikan dukungan logistik dan jaminan hidup bagi masyarakat yang mengalami tindakan karantina. Ini adalah kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya.

Banten, dalam hal ini Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang adalah daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum persebaran virus corona.

“Jadi perlu mendapat perhatian yang khusus juga,” jelas Mulyanto di sela acara “Aksi Khidmat PKS” dalam bentuk penyerahan 31 unit sprayer desinfektan di Kantor Dewan Pengurus Daerah PKS Kota Tangerang Selatan, Jumat (27/3).

sumber fraksi.pks.id

Darurat Corona, Fraksi PKS DPR Potong Gaji Bulan Maret Untuk APD Bantu Pahlawan Medis

jazuli juwainiJakarta (24/03) – Fraksi PKS DPR kembali menyerukan gerakan nasional kepada aleg-alegnya. Setelah gerakan pembagian masker dan disinfektan gratis di rumah ibadah, Fraksi PKS menginstruksikan potong gaji bulan Maret untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan Anggota Fraksi PKS turun langsung ke rumah sakit dan melihat langsung kekurangan APD bagi tenaga medis. Untuk itu, Fraksi PKS bersepakat untuk memotong gaji Bulan Maret ini dan dibelanjakan untuk pembelian APD yang akan disalurkan kepada tenaga medis rumah sakit.

“Para tenaga medis hari ini adalah pahlawan rakyat Indonesia. Mereka bekerja siang dan malam tak kenal henti dengan risiko yang tinggi. Semoga Allah melindungi mereka dan memuliakan mereka. Kita yang di luar berusaha mensupport mereka dengan membantu pemenuhan APD semaksimal yang bisa kita usahakan melalui donasi potong gaji sebagai wakil rakyat,” ungkap Jazuli.

Fraksi PKS sudah mendesak Pemerintah agar segera memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis di berbagai rumah sakit baik di pusat maupun daerah dalam rangka darurat corona ini. Presiden dan pemerintah mengklaim sudah mendatangkan 50 juta APD. Tapi, faktanya masih banyak yang belum terpenuhi di lapangan. Tenaga medis dan rumah sakit bahkan pasien yang dirawat masih banyak yang mengeluh kekurangan APD.

“Atas dasar itu Fraksi PKS meminta kepada seluruh anggota legislatif PKS dari pusat hingga daerah untuk membantu melalui pemotongan gaji bulan Maret. Kita tunjukkan dalam keterbatasan yang ada kita secara kolektif bisa membantu yang bisa kita bantu bersama komponen masyarakat lainnya yang juga luar biasa dalam membangun solidaritas mengahadapi wabah corona ini,” pungkas Jazuli.

Jazuli Juwaini berharap ikhtiar ini bisa diikuti oleh seluruh anggota DPR/D lintas Fraksi agar prioritas pemenuhan APD bagi pahlawan kemanusiaan para dokter dan tenaga medis bisa terpenuhi segera. Semoga…

DPRD Kota Tangerang Setuju Pangkas Anggaran Belanja untuk Penanggulangan Covid-19

WhatsApp Image 2019-10-23 at 9.43.43 AMDPRD Kota Tangerang menyetujui bila anggaran belanja daerah tak prioritas dipangkas untuk kepentingan penanggulangan Covid-19.

"Kami setuju dipangkas untuk dana bencana," ujar Saeroji, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Jumat (20/3/2020). 

Saeroji mengatakan Pemkot Tangerang telah menyampaikan permintaan pemangkasan anggaran belanja untuk penanggulangan Covid-19. "Permintaan alokasi sudah," katanya. 

Namun, kata dia, hingga kini pihaknya masih melakukan pembahasan. Adapun jumlah anggaran belanja yang akan dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19 pun belum diketahui. 

"Masih sebatas pembahasan dulu. Yang jelas kami sedang kaji," ungkapnya. 

Saeroji menambahkan pihaknya bersama Pemkot Tangerang akan segera mengkonsultasikan pemangkasan anggaran belanja ini ke Kemendagri.


"Kami surati dulu ke Kemendagri. Kalau disetujui, bisa dikucurkan anggarannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh pejabat, baik di tingkat kementerian maupun tingkat pemerintah daerah, memangkas anggaran belanja.

"Kami surati dulu ke Kemendagri. Kalau disetujui, bisa dikucurkan anggarannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh pejabat, baik di tingkat kementerian maupun tingkat pemerintah daerah, memangkas anggaran belanja.(RAZ/RAC)

sumber tangerangnews.com

Fraksi PKS Desak Pemkot Tangerang Siapkan Ruang Isolasi Penderita Corona

WhatsApp Image 2020-03-20 at 13.18.49 (1)Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota Tangerang untuk menyiapkan ruang isolasi khusus bagi penderita virus Corona (COVID-19). 

“Pemerintah Kota Tangerang harus segera membuka ruang isolasi khusus penderita Corona di rumah sakit lingkungan Kota Tangerang,” jelas Hidayat, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang, Kamis (19/3/2020). 

COVID-19 semakin merebak di Banten. Dilansir dari situs info Corona Pemprov Banten,  sampai hari ini, terdapat 20 pasien positif, 29 pasien dalam pengawasan (PDP), 154 orang dalam pemantauan (ODP). Jika dirinci dari data tersebut, 6 pasien positif, 9 PDP, dan 35 ODP berasal dari Kota Tangerang.

Menurut Hidayat, perlu ada penanganan serius dari Pemerintah Kota Tangerang untuk penderita COVID-19. Dia menyebut belum ada rumah sakit rujukan milik pemerintah maupun swasta di Kota Tangerang, kecuali RSUD Kabupaten Tangerang.

“Harusnya RSUD Kota Tangerang dan swasta terutama RS Sari Asih menjadi pelopor rumah sakit rujukan COVID-19 untuk ruang isolasi,” katanya.

Ia menilai Pemerintah Kota Tangerang gagap memberikan pelayanan bagi penderita COVID-19. Menurutnya, masyarakat bingung bila ingin melakukan pengecekan tekait COVID-19. 

“Ke mana harus melapor dan prosedur standar penanganannya seperti apa? Ada warga yang melaporkan suspect Corona , namun ada rumah sakit yang menolak rujukan,” pungkasnya.(RMI/HRU)

sumber TANGERANGNEWS.com

Komisi II DPRD Kota Tangerang Desak Pemkot Buka Peta Pasien Corona

WhatsApp Image 2019-09-03 at 8.15.45 AMKomisi II DPRD Kota Tangerang yang membidangi kesehatan dan pendidikan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk buka-bukaan soal peta pasien suspect maupun positif COVID-19.

"Kami mendesak Pemkot Tangerang dalam hal ini dinas kesehatan untuk membuka peta pasien Corona,” jelas Saeroji, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kamis (19/3/2020). 

Saeroji mengatakan sejauh ini Pemkot Tangerang tidak transparan terkait data warganya yang menderita COVID-19. Dia menuturkan, transparansi peta penderita COVID-19 sangat penting untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat sehingga bisa lebih mewaspadai virus mendunia ini. 

“Bukan berarti untuk aib, tapi dalam rangka memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dan mengikuti langkah-langkah yang sudah dicanangkan Pemkot Tangerang,” ungkap Saeroji.

Ia berharap Pemkot Tangerang segera mempublikasikan peta penderita COVID-19. Sebab bila ditutup-tutupi, masyarakat menduga Kota Tangerang aman, padahal sedang dilanda atau menyandang status kejadian luar biasa (KLB) virus corona. 

“Agar kita juga bisa bersama-sama untuk meminimalisir pencegahan ini. Jangan sampai kemudian semakin hari semakin mewabah karena ketidaktahuan seolah-olah tidak ada apa-apa,” tuturnya.

Berdasarkan peta dari situs info corona Pemprov Banten terdapat 20 pasien positif, 29 pasien dalam pengawasan (PDP), 154 orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19. Jika dirinci, 6 pasien positif, 9 PDP, dan 35 ODP berasal dari Kota Tangerang.(RMI/HRU)

sumber TANGERANGNEWS.com