554 Petugas Pemilu Meninggal, Presiden PKS Desak Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Iman+Sohibul+tpsJakarta (10/5) — Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mendesak Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional dan meminta masyarakat memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk duka nasional dan penghormatan kepada 554 petugas Pemilu dari unsur KPU, Bawaslu, polisi, dan saksi yang meninggal dunia dan lebih dari 3.788 orang sakit karena telah bekerja keras mensukseskan Pemilu 2019.

"Pemilu 2019 telah menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Kami mendesak Pemerintah segera menetapkan hari berkabung nasional dan meminta rakyat Indonesia berdoa dan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk keprihatinan dan duka nasional terhadap para penyelenggara pemilu yang gugur dan sakit," tegas Sohibul Iman di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Menurut Sohibul, ratusan jiwa petugas Pemilu yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 merupakan kejadian luar biasa yang tidak boleh terulang pada pemilu yang akan datang. Untuk itu diperlukan evaluasi yang menyeluruh dari berbagai pihak termasuk DPR RI.

“Untuk itu, kami dari PKS mengajak fraksi-fraksi di DPR untuk mendukung pembentukan Pansus Penyelenggaraan Pemilu yang bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Pemilu termasuk menyelidiki penyebab meninggal dan sakitnya petugas Pemilu 2019," terang Sohibul.

Kepada pengurus struktur PKS seluruh Indonesia, Sohibul mengintruksikan agar kantor-kantor PKS dari tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, sampai ranting untuk memasang bendera merah putih setengah tiang.

“Sebagai wujud keprihatinan, rasa kemanusiaan, rasa solidaritas dan penghormatan atas jasa-jasa perjuangan mereka, DPP PKS menginstruksikan kepada pengurus PKS untuk bersama-sama mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang di kantor-kantor PKS," perintahnya.

Hadiri Munajat 212, Presiden PKS: Damai di Tahun Politik

MSI munajat 212Jakarta (22/02) — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menghadiri acara zikir dan doa Munajat 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/02/2019) malam.

Dengan mengenakan baju koko putih dan peci putih, Sohibul Iman ikut berbaur dengan puluhan Habaib dan Ulama yang hadir.

"Sudah barang tentu PKS sebagai partai dakwah, yang lahir dari umat maka kita ada juga untuk umat. Malam ini adalah hajatan umat, sudah pasti partai hadir untuk menunjukan bahwa kita adalah partai dakwah," jawab lelaki yang akrab disapa Kang Iman ini.

Kang Iman berharap, zikir dan doa yang hadiri oleh ribuan umat Islam dari berbagai daerah ini dapat mengantarkan umat Islam pada kemenangan.

"Umat Islam dapat memperoleh kemenangan, kemenangan ini dalam artian kita bisa memiliki peran yang proposional yang baik di negeri kita ini," ungkap Kang Iman.

Selain itu, Kang Iman juga berharap dengan berjalannya acara munajat 212 ini dengan damai akan mampu mempengaruhi iklim pemilihan umum yang damai dan adil pula.

"Yang paling utama bagaimana kita bisa menyelenggarakan Pilpres dan Pemilu Legislatif yang aman, damai, jujur dan adil, mari sama-sama kita wujudkan," harapnya.

Associate Professor ANU Australia: PKS, Partai yang Unik

msi dan gregoryJakarta (22/1) – Associate Professor (Lektor Kepala) dari Australian National University (ANU) Gregory Fealy menilai PKS adalah partai yang unik.

"Bagi saya PKS adalah partai yang unik. Bukan dari partai politik Islam tapi dari partai politik seluruhnya," kata peneliti Australia tersebut saat berkunjung di DPP PKS Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Peneliti yang mengaku telah 20 tahun meneliti tentang PK(S) sejak masih berkantor di Mampang, Jakarta Selatan, itu menjelaskan PKS mewakili fenomena Islam di Indonesia yang sangat layak untuk dikaji .

“Hampir 20 tahun saya meneliti PKS. Meneliti PKS sejak masih di kantor Mampang, saat itu bernama PK. Ada dua topik yang menarik bagi saya yakni NU dan PKS," pungkas Greg yang juga sebagai Pengajar di Department of Political and Social Change, Bell School of Asia-Pacific Affairs, ANU.

PKS, menurut dia, adalah partai kader yang cukup serius dan di bawah kepemimpinan presiden Mohamad Sohibul Iman, PKS memiliki pola untuk memperjuangkan idealisme mereka yang cukup khas.

Ia meyakini sepenuhnya, PKS akan menang dalam pemilihan umum yang akan datang di tahun 2019.

“Jadi, saya ingin mengkaji dan mempelajari ideologi PKS dan ingin melihat kalau dalam pileg yang akan datang, PKS bisa berhasil dengan pola politik ini. Lebih kolektif dan merakyat dengan pesan-pesan politik dan kebijaksanaannya," ungkap peneliti yang pernah menulis artikel di media massa berjudul ‘Front Stage with the PKS’ pada tahun 2010 ini.

Lantunan Bela Sungkawa dari 20 Ribu Kader PKS untuk Korban Teror

Hampir 20 ribu kader dan simpatisan PKS yang memadati SICC Bogor mengirimkan bela sungkawa terhadap korban teror bom Surabaya, Ahad (13/5) (PKSFoto)

Hampir 20 ribu kader dan simpatisan PKS yang memadati SICC Bogor mengirimkan bela sungkawa terhadap korban teror bom Surabaya, Ahad (13/5) (PKSFoto)

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman kembali mengirimkan bela sungkawa terhadap terhadap korban teror di Surabaya. Kali ini Presiden PKS mengajak hampir 20 ribu kader dan simpatisan PKS yang hadir di Sentul International Convention Center (SICC) untuk mengirimkan bela sungkawa terhadap tindakan keji yang menyasar rumah ibadah di Surabaya.

Presiden PKS juga menegaskan agar dalang di balik tindakan biadab itu segera diungkap. Agar, teror yang mengancam masyarakat bisa segera dihentikan.

"PKS berbelasungkawa terhadap kejadian bom di tiga gereja di Surabaya. PKS mengutuk perbuatan teror apapun. Kami menghimbau kepada aparat untuk mendeteksi siapa yang berada di belakang teror-teror yang terjadi," tuturnya di hadapan puluhan ribu kader dan simpatisan PKS pada puncak Milad 20 PKS, Ahad (13/5/2018).

Sohibul Iman lantas mengimbau agar umat beragama tidak terprovokasi terhadap aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini dan mempercayakannya kepada aparat yang berwenang.

"Kami mengimbau kepada semua umat beragama untuk tidak terprovokasi atas segala kejadian teror yang terjadi. Kami meyakini jika semua agama tidak mengajarkan kekerasan."

Kutuk Bom Surabaya, Presiden PKS: Tindakan Biadab Harus Kita Lawan

MSIJakarta (13/5) – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengutuk keras tindakan teror bom di Surabaya, Ahad (13/5/2018) pagi.

Bagi Sohibul Iman, tindakan teror apapun adalah tindakan biadab yang tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun.

Teror, ujar Sohibul, adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius. Sebab itu semua tindakan terorisme harus dilawan apapun alasannya.

Agama apapun, kata Sohibul saat menghadiri persiapan Puncak Milad PKS ke-20, tidak membenarkan tindakan teror kepada masyarakat.

"Tindakan teror atas nama apapun adalah tindakan biadab dan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus kita lawan. Semua agama mengutuk tindakan terorisme!" papar Sohibul Iman di sela-sela puncak Milad 20 PKS di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad (13/5/208).

Politisi asal Tasikmalaya ini pun mengungkapkan duka cita yang mendalam bagi para korban dari tindakan teror bom di Surabaya. "Turut berduka cita atas teror bom di Surabaya," papar dia.

Ketua FPKS MPR-RI Tifatul Sembiring menambahkan, PKS tegas mengutuk tindakan teror bom di Surabaya kepada sebuah gereja. Tindakan penyerangan rumah ibadah apapun, ujar Tifatul, tidak bisa dibenarkan.

Bahkan agama Islam tidak ada satupun ajaran yang mengizinkan tindakan teror kepada tempat-tempat ibadah. "PKS mengutuk keras serangan teroris terhadap gereja-gereja di Surabaya maupun tempat ibadah lain. Tidak ada ajaran Islam yang membolehkan menyerang tempat ibadah," papar Tifatul.