Tangerang — Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Tangerang sukses menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Tokoh Keumatan di Kantor DPTD PKS Kota Tangerang. Mengusung tema “Meneladani Akhlaq Rasul, Pilar Kepemimpinan Bangsa”, acara penuh kehangatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PKS Banten, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ketua-ketua DKM, tokoh masyarakat, serta kader PKS.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ustadz Mahfudz Sholahudin, S.Pd.I., serta penyampaian tausiyah utama oleh penceramah Assoc. Prof. Dr. KH. Ali Akhmadi, M.A. Al-Hafizh yang mengupas tuntas pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Mustofa Ali Ahsan, S.T., M.M., menyampaikan secara tidak langsung bahwa peringatan Maulid Nabi tidak terikat oleh batasan waktu. Kapan pun waktunya, esensi dari memperingati kelahiran Rasulullah SAW adalah untuk terus mengingat kembali perjuangan agung Baginda Nabi dalam membimbing umat.
Beliau menekankan secara langsung bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah serta ajaran Rasulullah SAW, yang kelak menjadi jalan agar umat Islam dapat berkumpul dan bertetangga dengan Nabi di surga:
“Allah meletakkan syarat cintanya Allah kepada hamba-Nya itu adalah dengan syarat mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW. Barang siapa mengikuti sunnahku, maka dia termasuk orang yang mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga-Nya Allah SWT,” ujar Mustofa.

Lebih lanjut, Mustofa menjelaskan secara tidak langsung bahwa apa yang dilakukan oleh PKS bersama Pemerintah Kota Tangerang—termasuk dalam hal tata kelola pemerintahan yang merangkul masyarakat beragam—merupakan bagian dari implementasi sunnah Nabi, meneladani konsep kepemimpinan yang adil sebagaimana dicontohkan dalam Piagam Madinah.
Di akhir sambutannya, Mustofa Ali Ahsan juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung apabila kondisi kantor sekretariat PKS dirasa masih memiliki keterbatasan tempat. Kendati demikian, beliau menegaskan bahwa kesederhanaan tersebut justru dipenuhi oleh kehangatan dan rasa cinta kasih antar sesama:
“Mohon maaf bila mungkin tidak berkenan dengan kondisi tempat sekretariat kami ini yang mungkin masih kurang luas dan terlalu sempit. Tapi insya Allah, di kantor ini, di rumah ini ada kehangatan, ada cinta—cinta kepada sesama kaum muslim, cinta kepada sesama manusia, dan itu semua dilandasi karena cinta kepada Allah dan juga cinta Baginda Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
Acara Peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan ramah tamah, mempererat kebersamaan antara unsur pemerintah, ulama, dan kader PKS untuk terus berkhidmat melayani masyarakat Kota Tangerang.


