muslim harus meyakini bahwa kebenaran itu ada pada semua agama, oleh sebab itu surga – dalam persepsi mereka- itu tidak hanya dihuni oleh orang Islam saja (baca: pengikut Rasulullah), namun siapa saja berhak masuk surga asalkan mereka beriman kepada Allah (baca: meyakini
adanya Allah) dan hari akhir (baca: masa depan, kata mereka).
Inilah kerancuan pemahaman yang ingin mereka sebar luaskan di tengah-tengah kaum muslimin, agar kaum muslimin terlepas dari ajaran agamanya sedikit demi sedikit hingga akhirnya Islam tinggal nama. Maka -harapan mereka- seorang muslim, tak ada lagi bedanya dengan seorang
penyembah berhala. Dia tidak sholat, tidak berjama'ah di masjid, tidak mengenakan jilbab, laki- lakinya tidak memelihara jenggot, meniru gaya hidup orang kafir dan menjadi manusia berwatak binatang yang cita- citanya adalah memuaskan hawa nafsu perut dan beberapa senti di bawah perut. Inilah yang mereka dambakan siang dan malam! Saudara-saudaraku sekalian, semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita untuk menjaga agama ini dari rongrongan musuh Allah dan Rasul-Nya.
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Anfal [8] : 36-37)
"Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah [2] : 217)
Inilah realita umat yang kita hadapi sekarang ini. Tidak ada jalan keluar bagi kita dalam mengatasi persoalan ini kecuali dengan mengembalikan kepada al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih, menegakkan tauhid pada diri kita dan keluarga kita serta berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS : Ali Imran, 104)
Wahai muslimin di manakah posisi kalian..
-Mari Bung Kita Lawan Ketidak Benaran OPINI yang Sedang DiBUat Untuk menjauhkan umat ini dari agamaNya-



