Bogor — DPD PKS Kota Tangerang menggelar Kembara 2026 di kawasan Sentul, Bogor, pada 11–13 September 2026. Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti rangkaian pembinaan yang menghadirkan sejumlah pimpinan PKS, mulai dari Ketua DPW PKS Banten, Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Sekretaris DPW PKS Banten, hingga Ketua MPD PKS Kota Tangerang. Kegiatan ditutup dengan arahan Ketua BKAP DPD PKS Kota Tangerang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan Ketua DPW PKS Banten H. Muhammad Najib Hamas, S.E., M.M. Dalam arahannya, Najib menekankan pentingnya pembinaan diri secara berkelanjutan, penguatan solidaritas, serta kemampuan membangun hubungan dan kolaborasi dengan masyarakat.
Najib menyampaikan bahwa pembinaan perlu dilakukan secara konsisten agar setiap kader memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menjalankan amanah serta memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
“Struktur bukan hanya tentang kerja organisasi, tetapi bagaimana menjadi sarana agar kontribusi dan dakwah dapat semakin diterima masyarakat,” ujar Najib.
Ia juga mendorong peserta untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, profesional, komunitas sosial, pelaku UMKM, serta komunitas lingkungan.
Pesan tersebut menjadi salah satu landasan dalam pelaksanaan Kembara yang memadukan pembinaan karakter dengan berbagai aktivitas fisik dan kelompok.

Kegiatan juga diisi dengan materi kepemimpinan yang disampaikan Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Mustofa Ali Ahsan, S.T., M.M. Materi tersebut menjadi bagian awal pembinaan peserta untuk memahami pentingnya kepemimpinan, tanggung jawab, serta kesiapan dalam menjalankan amanah.
Dalam pembahasan kepemimpinan, peserta diajak memahami bahwa menjadi pemimpin tidak hanya berkaitan dengan posisi, tetapi juga kemampuan mengambil tanggung jawab, membangun keteladanan, bekerja sama, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Materi kepemimpinan tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai pembinaan dan aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta secara menyeluruh.

Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti sejumlah kegiatan yang dirancang untuk melatih ketahanan fisik, kemampuan berpikir, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Kegiatan longmarch dan permainan kelompok menjadi bagian dari aktivitas yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memiliki kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan menyusun strategi, mengambil keputusan, berkomunikasi, serta bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan.

Pada penutupan kegiatan, Doni Astoto menegaskan bahwa Kembara diarahkan untuk membangun kekuatan peserta secara menyeluruh.
Menurutnya, pembinaan mencakup tiga aspek utama, yaitu ruhiyah atau spiritual, fikriyah atau intelektual, dan jasmaniyah atau fisik.
“Kita dilatih untuk memiliki kekuatan ruhiyah, fikriyah, dan jasmaniyah,” ujar Doni.
Ia menjelaskan bahwa setiap peserta memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, pengalaman selama Kembara diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman kegiatan, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan kontribusi di lingkungan masing-masing.
Kembara 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengenali potensi diri, membangun kekompakan, serta meningkatkan kemampuan memimpin dan bekerja dalam tim.
Perpaduan antara materi kepemimpinan, kegiatan fisik, permainan kelompok, pembelajaran, dan pembinaan nilai diharapkan dapat membentuk peserta yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan.
Pesan yang disampaikan sejak awal hingga penutupan kegiatan sama-sama menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan. Penguatan spiritual, intelektual, fisik, kepemimpinan, serta kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat menjadi bagian yang saling melengkapi.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Kembara 2026 ditutup dengan upacara dan doa bersama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan membawa pulang bukan hanya pengalaman selama berada di alam terbuka, tetapi juga nilai kedisiplinan, kebersamaan, kepemimpinan, dan kesiapan untuk memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.


