Mencintaimu, Guruku..

photo6095678733835939158Wahai diri,

Berapa kali jatuh dalam futur ?
Seberapa sungguhnya upaya diri untuk istiqomah ?

Sesaat bersamaan atau setelahnya, berapa kali Allah tegur dengan lontaran pertanyaan yang hadir pada diri.
"Bagaimana kita bisa bangkit dari futur?"
"Bagaimana agar kita bisa istiqomah?"

Meski sesaat hati terasa dihantam, tapi sesaat itu pula, nurani tersadarkan bahwa Allah masih membersamai diri dalam limpahan cinta.

Tak ku naifkan diri, pernah merasa dalam kualitas iman penuh kenikmatan. Tapi akhirnya jatuh. Pernah pula dalam istiqomah yang panjang, tapi kemudian goyah dan pada akhirnya lemah.
Tapi dengan itu ternyata diri tahu bagaimana kondisi bolak baliknya hati. Bagaimana hati merasakan pahitnya futur dan sengsaranya istiqomah yang lemah dan pada akhirnya kembali merindukan taat yang istiqomah.

Dan Allah selalu saja hadirkan cara untuk menolong.
Pertanyaan yang hadir, menuntun pada nasihat Allah yg syariatnya keluar dari lisan para guru, ulama yg alim,

"Manusia dasarnya adalah jahil, maka ilmu adalah cara untuk lepas dari kejahilan".
"Bagi orang mukmin, penjaga, pengikat dan pupuk iman dan amal adalah ilmu, dan ilmu tiada lain didapat dari berguru pada guru."

Wahai diri, kamu sungguh lemah jika mengandalkan kemampuan diri. Yakinilah, Kejahilan akan padam seiring cahaya Ilmu yang terus dihadirkan. Betapa dekat dengan guru dan majelis ilmu adalah ikhtiar utama dan terbaik diri untuk mengokohkan hati agar tak mudah terombang ambing dalam kesengsaraan berpalingnya hati dari kethoatan.

Semangat-lah berburu ilmu dengan berguru.

Salam takzim untuk seluruh guru² hebat yang sudah menjadi jalan diri yg faqir ilmu ini bisa mengenal Allah swt beserta hakikat dan karunia dunia. Maafkan diri ini yang sangat terbatas dalam membalas segala jasa. Semoga persaksian diri di yaumil akhir nanti dapat mengurangi perasaan bersalah si aku, muridmu.

Trias Jayanti
Relawan Literasi Kota Tangerang

Kontributor:

Editor:

Bagikan berita ini

Berita PKS Lainnya

Scroll to Top