Langkah Cinta untuk Mendidik

WhatsApp Image 2021-05-02 at 18.31.17 (1)Oleh: Panut Haryadi

Dibawah terik sinar matahari ku ayunkan langkah kaki menuju jalan raya, kulihat anak-anak kecil berjalan tanpa alas kaki. Kulihat raut wajahnya antara harapan dan keterpaksaan, antara menangis dan senyum kesedihan. Antara ketidak berdayaan dan keadaan, sambil berjalan mengharap belas kasihan.

Badan kurus tak terbungkus, berjalan gontai mengikuti langkah, berhenti sejenak di setiap langkah. Badan yang bersih disiram warna, menutup wajah demi rupiah.

Hari Pendidikan Nasional merupakan tonggak sejarah pendidikan bagi generasi yang penuh cita-cita dan harapan. Diperingati setiap tahun oleh negeri dan bangsa ini dengan penuh harapan.

Tut Wuri Handayani, adalah ikon dan simbul slogan pendidikan bangsa kita Indonesia. "Ing ngarso sung tulodo",
yang didepan memberi contoh (kebaikan). "Ing madyo mangun karso", di lapangan berkarya dan bekerja. "Tut wuri handayani", melaksanakan apa yang diucapkan, sebagai contoh kebaikan bagi orang-orang yang di belakang (kemudian hari).

Ketika kita berjalan di lorong – lorong tepi jalan, mata ini tak sanggup menatap dengan hati jujur, begitu banyak anak-anak kecil mengharap belas kasihan, begitu banyak remaja dengan tubuh penuh lumuran warna menutup wajah merunduk tak seperti biasa. Ada apa ini? Siapa yang salah? Anak-anak kah?
remajakah? atau orang tua? atau siapa?.

Dipertigaan lampu merah pos polisi Gerendeng, berdekatan dengan Rumah Sakit Sari Asih Kota Tangerang, di depan sebuah ruko tua menjadi berkumpulnya ibu-ibu muda, anak-anak dan balita yang seharusnya mereka tidak ada disana, yang seharusnya mereka jauh dari polusi udara, yang seharusnya mereka ada di rumahnya. Entah karena keterpaksaan, entah karena dipaksa, atau entah karena mereka terbiasa. Atau sempitnya lahan kerja, atau mereka malas berkerja?…

Ketika saya melihat mereka, hati tak ada rasa iba tetapi rasa sesak di dada. Bayi-bayi merah tertidur lelap dalam lekukan gendongan ibunya. Balita-balita yang lucu berlari-lari di trotoar berpikir sedih memegang amplop putih kusut seraya berkata dan mendoakanya.

Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk mengentaskan kebodohan. Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk mengentaskan kemiskinan.
Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk kesehatan dan kesejahteraan. Hari Pendidikan Pendidikan Nasional diperingati agar mencerdaskan generasi muda berbahagia seperti cita-citanya. Karena mereka sama-sama anak bangsa yang harus dipenuhi kebutuhannya.

"Bola basket indah tempatnya, Bola kasti keras rasanya. Kota yang indah jangan sampai miskin rakyatnya".

Kontributor:

Editor:

Bagikan berita ini

Berita PKS Lainnya

Scroll to Top