
Sebuah nama yang agaknya sudah tak lagi asing di telinga masyarakat Banten umumnya, terlebih Kota Tangerang khususnya.
Politisi yang sangat berpengalaman ini sekarang kembali berkiprah di gedung Dewan Provinsi Banten dan duduk sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS. Pada periode 2014 hingga 2019 lalu.
Hilmi pernah pula menjadi anggota Dewan DPRD Kota Tangerang. Terjun ke politik agaknya sungguh telah menjadi jalan hidup seorang Hilmi.
Hilmi Fuad adalah sosok muda dan bersahaja, formulasi yang komplit dari latar belakang akademisi dan praktisi politik dengan berlatar belakang keluarga besar yang hampir
semuanya terjun dalam dunia pendidikan, Ayahnya AbdusSyukur Mughni (Alm) merupakan tokoh pendidik, ustad keliling mimbar jumat ke jumat, pengajian ke pengajian dan penilik agama di Kota Tangerang yang dulu pernah menjabat di KUA, Pengadilan Agama Kota Tangerang. I
strinya Nurhidayah adalah seorang Guru sekaligus Kepala Sekolah Islam
ternama di Kota Tangerang dan hingga saat ini pun Hilmi Fuad masih berstatus sebagai Dosen di salah satu PTS, namun jalan Ninja Hilmi Fuad tidak sampai disitu.
“Dengan berpolitik saya ingin mewujudkan nawacita yang benar benar bisa bermanfaat dan berdampak lalu dapat dirasakan langsung bagi masyarakat Kota Tangerang,
Bagi saya Politik adalah jalan Ibadah, Ibadah bukan soal kepada hubungan kepada Allah saja namun dalam konteks Politik Ibadah juga bisa diartikan berjuang membantu masyarakat
karena menurutnya semua kebijakan kebijakan pemerintah untuk rakyatnya pada akhirnya adalah merupakan produk keputusan politis,
oleh karena itu disitulah saya bersungguh sungguh terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan itu semua”. tutur Hilmi dengan semangat
“Saya senantiasa menjaga komitment dan loyalitas pada partai. Alhamdulillah sejauh ini saya dinilai layak dan memiliki kemampuan untuk memimpin setidaknya di kawasan Kota Tangerang ini,” ujar Hilmi.
Apalagi, sambungnya, seorang Ketua Kaderisasi di PKS tak lain termasuk dalam jajaran pimpinan di partai. Selama dirinya menakhodai PKS Kota Tangerang, Hilmi berupaya untuk sebisa mungkin membantu pihak pemerintah kota dalam melakukan pelayanan pada masyarakat.
Baginya, penting agar rakyat dalam terlayani dengan adil dan merata.
Disadarinya kalau tak seluruh program Pemkot bisa diserap masyarakat terutama lapis bawah. Dibuatnya pula program edukasi pada masyarakat agar mengetahui juga hak-hak mereka.
“Misalnya, masyarakat Kota Tangerang ini sudah memperoleh fasilitas berobat gratis. Tapi ‘kan transportasi mereka tidak gratis.
Itulah mengapa PKS menyiapkan ambulance berikut relawan keadilan muda mudi yang energik untuk memandu masyarakat yang membutuhkan tanpa meminta biaya sedikitpun. Itu salah satu program yang PKS lakukan untuk rakyat dengan memberikan pembekalan dan mentoring kepada anak anak muda, sehingga jiwa sosial mereka terbangun”
kemudian akses kepada pendidikan Agama, kami melakukan kolaborasi dengan ulama ulama di Kota Tangerang untuk memberikan kegiatan kegiatan keagamaan kajian kajian salah satunya seperti Kajian Kitab Kuning, Seminar Parenting dalam Islam dan lain sebagainya. Bagi saya Ulama adalah Cahaya bagi Umaro, Wasilah dan doanya
sangat kita butuhkan untuk memimpin negeri ini.” Tutur Hilmi sungguh-sungguh.
Hilmi tak lupa menjelaskan kalau basis PKS sendiri sejak mula adalah para aktivis ke-Islaman dan masjid. Dia sendiri mengaku sejak masih mahasiswa sudah menjadi aktivis organisasi ke-Islaman. Dan ketika dulu Hilmi pertamakali bergabung di DPC PKS, dimulainya karir politik dengan harus masuk di struktur terlebih dulu. Artinya, dirinya tetap menjalani proses yang tidaklah bisa dibilang singkat.
Merajut karir dalam dunia politik memang membutuhkan proses, sebagaimana ujar Helmi. Dia tetap bersyukur kalau sejauh ini partai maupun masyarakat yang ia wakili di gedung dewan, menilai dirinya memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu. Keberpihakan pada masyarakat memang adalah amanah yang perlu dikedepankan.
Dimata Hilmi, menjalani kehidupan berpolitik membuatnya dapat lebih memungkinkan berbuat lebih banyak bagi orang lain. Dan dengan berpolitik santun sekaligus beretika,
bakal mendatangkan keberkahan lantaran menjadikan karirnya saat ini sebagai sebuah ibadah.
“Sejak masih menjadi anggota Dewan provinsi pada periode lalu pun, tak sedikit saya mengkritisi pemerintah daerah bilamana memang lamban dalam kinerjanya.
Juga dalam turut andil dalam ikut mempertahankan aset daerah yang memang merupakan hak kita,” ketusnya bersemangat.
Politisi satu ini agaknya menyadari betul akan fungsinya sebagai wakil rakyat, yakni senantiasa menyuarakan aspirasi khalayak tak segan-segan atau berani mengkritisi pihak pemerintah daerah bilamana kepentingan khalayak terusik atau terabaikan. Bagi seorang Hilmi, persembahan terindah bagi masyarakat adalah keberpihakan pada rakyat itu sendiri. (Hilmi Fuad Media Centre)


