Mungkin hasil yang dicapai seorang shaaim (orang yang berpuasa) hanyalah lapar dan dahaga. Dan bisa jadi hasil yang diperoleh yang shalat malam (qiyamulail) hanyalah berjaga.
Tidak terasa hampir lima belas hari kita berada di bulan Ramadhan. Pertanyaan bagi kita, sudah banyakkah target-target yang kita capai sesuai rencana? Ataukah banyak yang terselip dalam tumpukan pekerjaan, ataukah masih terlipat dalam lekukan masalah dunia?
Setidaknya kita berkomitmen dengan awal ketika Ramadhan akan datang, bergembira, bersyukur dan berharap Ramadhan kali ini lebih baik. Berkomitmen bertekad agar Ramadhan kali ini lebih baik itu lebih mudah, daripada menjaga dan memelihara konsisten Ramadhan kali ini lebih baik.
Karena salah satu ciri keberhasilan Ramadhan adalah menjadi pribadi baik menjadi lebih baik. Paling tidak untuk orang-orang terdekat kita, orang-orang yang kita cintai, kita sayangi di dalam lingkup aktivitas kita. Dan bisa menjadi pribadi yang mewarnai dengan warna kebaikan, sehingga memantulkan cahaya cermin keindahan nyata. Satu lagi agar Ramadhan bisa membentuk pribadi yang shalih secara berjamaah.
Mari kita ambil sebanyak-banyaknya ilmu dan hikmah dari bulan yang penuh berkah ini dengan harap dan cemas, berharap agar amal ibadah dan amal shalih kita selama Ramadhan diterima Allah Swt. Sedangkan cemasnya, jangan-jangan amal shalih dan amal ibadah kita hanya mendapatkan haus dan lapar saja dan menjadi Ramadhan yang terakhir kita.
Mari kita terus berdoa agar apa yang kita upayakan, apa yang kita usahakan di bulan madrasah ini berdampak pada diri dan lingkungan kita agar semakin lebih baik. Jangan berhenti. Ayo Ramadhankan lingkungan kita.
Panut Haryadi


